DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | UJI ANTAGONIS ISOLAT CENDAWAN RIZOSFER TANAMAN KARET DI PT BRIDGESTONE KALIMANTAN PLANTATION (BSKP) TERHADAP Pestalotiopsis sp. SECARA IN VITRO | |
| PENGARANG | : | YENNY NUR SYAHDA OKTAVIANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-03-14 |
Tanaman karet (Hevea brasiliensis) merupakan komoditas perkebunan yang berperan penting bagi perekonomian Indonesia dan menjadi penghasil devisa utama pada sektor perkebunan. Pada perusahaan Bridgestone Kalimantan Plantation (BSKP) terdeteksi adanya penyakit gugur daun yang disebabkan oleh patogen Pestalotiopsis sp. Teknik pengendalian menggunakan pestisida kimia yang berlebihan dapat merusak keseimbangan ekosistem dan mencemari lingkungan. Salah satu alternatif pengendalian yang ramah lingkungan yaitu dengan pemanfaatan cendawan antagonis yang dapat menekan pertumbuhan patogen penyebab penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan cendawan antagonis dari rizosfer tanaman karet di PT BSKP dalam menghambat patogen Pestalotiopsis sp.Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fitopatologi Universitas Lambung Mangkurat. Pengambilan sampel dilakukan di perkebunan karet PT BSKP Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Sampel diambil dari 4 plot dimana masing-masing plot terdiri dari 5 sub plot (5000 m2). Dari masing-masing sub plot, diambil 1 titik/pohon.Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan (isolat antagonis) dan 3 ulangan. Hasil isolasi cendawan rizosfer tanaman karet didapat 15 isolat murni cendawan yang kemudian diseleksi dengan uji patogenesitas dan diperoleh 7 isolat bersifat patogen serta 8 isolat bersifat non patogen. Selanjutnya dilakukan uji daya hambat untuk mengetahui kemampuan cendawan antagonis, hasil dari pengujian ini terdapat 2 isolat yaitu B3T7 dan B2T1 yang memiliki persentase daya hambat >50% berturut-turut sebesar 66.01% dan 51.78%. Selain itu, isolat B1T2 dengan persentase hambatan 29.39% namun memiliki mekanisme antibiosis yang juga dapat dikategorikan sebagai cendawan antagonis. Identifikasi lanjutan dengan pengamatan morfologi menunjukkan bahwa isolat B3T7 merupakan Trichoderma sp., isolat B2T1 merupakan Purpureocillium sp. dan isolat B1T2 adalah Penicillium sp.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI