DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STRATEGI PENANGANAN KEKERASAN TERHADAP ANAK DI DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, DAN KELUARGA BERENCANA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:EVYLINDA ARIANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-04-08


ABSTRAK

            EVYLINDA ARIANI,2120421320020,2023.“Strategi Penanganan Kekerasan Terhadap Anak di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Selatan”dibawahbimbinganBudiSuryadiselaku pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi Kekuatan (strength), Kelemahan (weaknesses), Peluang (opportunities), Ancaman (threat) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Provinsi Kalimantan Selatan dalam menanggulangi Kekerasan terhadap anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif.Teknikpengumpulandatadenganobservasi,wawancara,dokumentasi, Materi Audio dan Visual. Sebagaiinformanpenelitianadalah Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Provinsi Kalsel, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DPPPAKB Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Kalimantan Selatan, dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di Provinsi Kalsel. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan Analisis SWOT sebagai upaya menggali kondisi existing pemerintah provinsi menyikapi kasus kekerasan terhadap anak. Hasil penelitian di lapangan dilihat dari pisau analisis SWOT bahwa dengan Strengths (Kekuatan) yang dimiliki DPPPAKB hanya pada tataran program rutin sosialisasi pada masyarakat/warga mengenai kekerasan pada anak di Provinsi Kalimantan Selatan, meskipun masih adanya Weaknesses (Kelemahan) pada DPPPAKB yaitu kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu jumlah pegawai Dinas sendiri secara kuantitatif bahkan kualitatif. Tetapi Dinas masih memiliki Opportunities (Peluang) dalam menanggulangi kekerasan pada anak di Provinsi Kalimantan Selatan yaitu dengan masyarakat yang mulai pro-aktif dalam pelaporan kekerasan anak. Threats (Ancaman) yaitu faktor tidak menguntungkan pada petugas Dinas contohnya ada penolakan dari sebagian masyarakat/warga lain yang menolak sosialisasi yang dilakukan petugas Dinas dan sulitnya merubah pola pikir mereka dalam mendidik anak dengan benar. Kepada Bidang Perlindungan Anak DPPPAKB harus lebih gencar lagi dalam mensosialisasikan tentang kekerasan pada anak. Komunikasi yang terjalin baik antara Pihak DPPPAKB Provinsi Kalimantan Selatan dengan Kabupaten/Kota dan Lembaga di luar pemerintahan untuk mensosialisasikan tentang kekerasan pada anak harus terus terjalin dan berkesinambungan. Diharapkan adanya penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) pada Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DPPPAKB Provinsi Kalimantan Selatan. Mengembangkan terus Diklat yang diberikan kepada Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DPPPAKB, selalu memberikan motivasi khusus kepada bawahannya, tingkatkan terus kekompakan dan Kerjasama yang bagus untuk terus menekan jumlah kekerasan pada anak di Provinsi Kalimantan Selatan setiap tahunnya untuk menanggulangi kekerasan pada anak di Provinsi Kalimantan Selatan. DPPPAKB juga perlu melakukan akselerasi dalam pembentukan satuan tugas penanggulangan kekerasan terhadap anak, serta perlu mendorong pimpinan daerah guna merumuskan regulasi yang tegas menghukum pelaku kekerasan terhadap anak khususnya dalam aspek kekerasan seksual. Satgas juga perlu dibentuk dan bergerak dengan aktif dalam hal pencegahan kekerasan fisik dan psikis baik dalam lingkungan keluarga maupun sekolah.

           Kata Kunci : Strategi, Kekerasan Pada Anak, SWOT

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI