DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | TANGGUNG JAWAB ORANG TUA PENYANDANG DISABILITAS TERHADAP ANAK SETELAH PERCERAIAN | |
| PENGARANG | : | FEBRINA MUNAWWARAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-04-22 |
FTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana orang tua penyandang disabilitas bertanggung jawab terhadap anak setelah perceraian. Memahami bagaimana disabilitas orang tua dapat memengaruhi tanggung jawab dan kesejahteraan anak setelah perceraian
Penelitian yang penulis gunakan adalah bersifat penelitian hukum normatif, yaitu penelitian dengan mengkaji aturan perundang-undangan yang sesuai dengan permasalahan dan menjadi acuan dasar dalam melakukan penelitian. Tipe penelitian menggunakan tipe pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan konseptual (conseptual approach). Untuk menganalisis isu hukumnya, menggunakan sumber bahan hukum primer, sekunder maupun tersier yang teknik pengumpulannya melalui studi pustaka
Penelitian ini membahas tanggung jawab orang tua penyandang disabilitas terhadap anak pasca perceraian, dengan fokus pada putusan Pengadilan Negeri Tabanan Nomor 282/Pdt.G/2021/PN.Tab. Pertama, Penelitian ini mengidentifikasi faktorfaktor yang memengaruhi keputusan pengadilan mengenai hak asuh anak, terutama ketika kedua orang tua memiliki disabilitas. Putusan tersebut menegaskan bahwa tanggung jawab orang tua tetap bersama, dengan kesejahteraan anak sebagai prioritas utama. Kedua, Pengadilan menggunakan bukti seperti akta nikah dan akta kelahiran untuk menegakkan hak anak. Namun, stigma sosial dan diskriminasi yang dihadapi orang tua penyandang disabilitas menghambat akses mereka ke sumber daya yang diperlukan, memperumit tanggung jawab mereka dalam membesarkan anak.
Kata kunci: Disabilitas, Perceraian, Tanggung Jawab
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI