DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK NPK DAN PUPUK BOKASHI KOTORAN TERNAK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG EDAMAME (Glycine max (L) Merrill)
PENGARANG:FERRYAN NOOR
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-04-24


Kedelai merupakan salah satu komoditas yang diimpor oleh Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2020), impor kedelai pada tahun 2018 – 2019 mengalami peningkatan, pada tahun 2018 impor kedelai sebesar 2.585.809 kg dan pada tahun 2019 sebesar 2.670.086 kg. Tingginya impor kedelai di Indonesia memerlukan solusi untuk menekan hal tersebut, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan mencari cara budidaya kedelai edamame yang tepat di Indonesia. Untuk budidaya edamame dapat memanfaatkan lahan marginal, namun untuk meningkatkan kesuburannya dapat dilakukan dengan penambahan pupuk salah satunya pupuk bokashi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Untuk masing-masing perlakuan sebagai berikut: d0 = Pupuk NPK Mutiara 350 kg ha-1 (42 g/petak), d1 = Pupuk Bokashi 2,5 ton ha-1 (300 g/petak), d2 = Pupuk Bokashi 5 ton ha-1 (600 g/petak), d3 = Pupuk Bokashi 7,5 ton ha-1 (900 g/petak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Pupuk Bokashi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kacang edamame. Dosis Pupuk Bokashi 7,5 ton ha-1 memberikan hasil yang hampir sama dengan Pupuk NPK Mutiara dengan dosis 350 kg ha-1 pada variabel pengamatan tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong, dan berat polong. Pada saat bunga muncul, pemberian Pupuk Bokashi dengan dosis 2,5 ton ha-1 lebih cepat dibanding dengan pemberian Pupuk NPK Mutiara dengan dosis 350 kg ha-1. Penggunaan Pupuk Bokashi terbaik dari segi pupuk alami adalah 7,5 ton ha-1.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI