DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STANDARDISASI SIMPLISIA DAN EKSTRAK DARI DAUN KACIP FATIMAH (Labisia pumila) ASAL DESA SIMPANG BINGKUANG KABUPATEN BARITO TIMUR KALIMANTAN TENGAH
PENGARANG:RINNI EMILIANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-04-29


Kacip Fatimah (Labisia pumila) merupakan tumbuhan liar yang biasanya ditemukan di hutan tropis pada wilayah lembah jauh dari sinar matahari dan mempunyai kelembapan yang tinggi. Tumbuhan ini mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan hasil uji dari parameter spesifik dan non spesifik simplisia dan ekstrak. Metode pada penelitian ini mengacu pada Farmakope Herbal Indonesia dan Parameter Standar Umum Ekstrak. Pengambilan sampel dilakukan di Desa Simpang Bingkuang, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Standarisasi simplisia uji organoleptik  berbentuk serbuk, berwarna hijau muda, berbau khas daun, dan tidak berasa. Hasil tiap pengujian yaitu kadar sari larut etanol 25,4%, kadar sari larut air yaitu 15,67%, susut pengeringan 7,33%, kadar abu total 8,17%, kadar abu tidak larut asam 0,767%, cemaran logam Pb 7,165 mg/kg dan Cd <0,001 mg/kg. Pemerian esktrak daun L. pumila diperoleh bentuk ekstrak kering, berwarna hijau pekat, bau yang khas, dan rasa yang kelat. Ekstrak daun L. pumila mengandung senyawa fenol, alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan tanin.  Hasil ekstrak untuk kadar air yaitu 3,16%, kadar abu total 2,23%, kadar abu tidak larut asam 0,215%. Hasil parameter standarisasi spesifik dan non spesifik telah memenuhi syarat mutu simplisia dan ekstrak.

 

Kata kunci : Standarisasi, Kacip Fatimah, Labisia pumila, parameter spesifik, parameter non spesifik

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI