DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS PENGARUH PM2.5, SUHU DAN KELEMBAPAN TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS MENGGUNAKAN REGRESI LINIER BERGANDA | |
| PENGARANG | : | SASQIA STIFANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-04-30 |
Kabupaten Banjar memiliki tingkat kejadian tuberkulosis yang cukup tinggi dibandingkan dengan wilayah lain di Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PM2.5, suhu, dan kelembapan terhadap kejadian tuberkulosis di Kabupaten Banjar menggunakan model regresi linier berganda dan regresi polinomial. Data yang digunakan mencakup kasus tuberkulosis di Kabupaten Banjar dengan variabel bebas meliputi PM2.5, suhu, dan kelembapan. Hasil analisis awal menggunakan model regresi linier berganda menunjukkan bahwa suhu memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian tuberkulosis, sementara PM2.5 dan kelembapan tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Model ini hanya mampu menjelaskan 18,8% variasi dalam kejadian tuberkulosis. Setelah dilakukan perbaikan model melalui transformasi data menjadi regresi polinomial, diperoleh peningkatan signifikan pada nilai koefisien determinasi (????^2). Hasil akhir menunjukkan bahwa suhu (????2) merupakan satu-satunya variabel yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian tuberkulosis, dengan model polinomial yang menjelaskan 93,9% variasi kejadian tuberkulosis.Temuan ini menyarankan bahwa suhu merupakan faktor iklim yang paling dominan dalam mempengaruhi penyebaran tuberkulosis di Kabupaten Banjar. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memasukkan faktor-faktor lain seperti jumlah hari hujan, kecepatan angin, dan faktor iklim lainnya yang mungkin mempengaruhi kejadian tuberkulosis secara lebih luas.
Kata Kunci: PM2.5, Suhu, Kelembapan, Tuberkulosis, Regresi linier berganda.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI