DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | STUDI MENGENAI KAPASITAS FRIKSI TIANG PADA TANAH LEMPUNG LUNAK YANG DITINJAU DARI KADAR AIR TANAH DAN WAKTU BERDASARKAN MODEL SKALA LABORATORIUM | |
| PENGARANG | : | RIDHO ARY AZHARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-02 |
Studi Mengenai Kapasitas Friksi Tiang pada Tanah Lempung Lunak yang Ditinjau dari Kadar Air Tanah dan Waktu Berdasarkan Model Skala Laboratorium
Ridho Ary Azhari
NIM. 1920828310026
Kota Banjarmasin adalah suatu daerah dengan jenis tanah yang daya dukungnya rendah, jenis tersebut lebih dikenal sebagai tanah lempung lunak. Fondasi kayu tiang gelam, yang menjadi pilihan yang paling sering digunakan, dengan mengandalkan prinsip lekatan atau friction untuk menopang bangunan. Namun, pendekatan ini memiliki risiko Differential Settlement yang cukup signifikan. Pada kasus fondasi tiang, perubahan kuat geser tanah berdampak pada daya dukung tiang, termasuk jika ada perubahan kadar air tanah.
Skenario pertama dengan membasahi benda uji selama 1 hari dan ditiriskan selama 2,4, dan 8 hari. Skenario kedua dengan membasahi benda uji 3 hari dan ditiriskan selama 2,4, dan 8 hari. Skenario ketiga dengan merendam benda uji selama 5 hari dan ditiriskan selama 2,4, dan 8 hari serta juga dibuat benda uji dengan kadar air asli. Selanjutnya dilakukan pengetesan pembebanan (loading test) dan uji kuat geser tanah (unconfined compression test).
Berdasarkan hasil analisis secara umum, Peningkatan kadar air dalam secara umum menurunkan kapasitas daya dukung friksi tiang (Qs). Peningkatan kadar air mengakibatkan kohesi tanah menurun, sehingga merubah jarak antar partikel dan menurunkan kekuatan geser tanah. Kapasitas kuat geser tanah mengalami perlemahan karena adanya kenaikan kadar air tanah, maka memperbesar pori tanah sehingga menurunkan kepadatan tanah.
Kata kunci: lempung lunak, kapasitas friksi, fondasi tiang, kadar air tanah
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI