DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERBANDINGAN PENAMBAHAN ASBUTON TERHADAP KARAKTERISTIK ASPAL AC-WC ASBUTON DENGAN AC-WC BIASA | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD RENALDY | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-03 |
Indonesiabmemilikibmaterialblokalbunggulanbaspalbalambyangbsangatbkaya tetapi belumbtermanfaatkanisecaraioptimaliyaituidiipulauibuton(SulawesiTenggara), biasadisebut dengan nama Asbuton (Aspal Buton). Deposit aspal ini terkonsentrasi diiKabupateniButon, wilayah yang berada di bagian selatan pulau. Pulau Buton diketahui masih menyimpan depositaspal alam yang baru tercatat 662.000.000 ton, terbesar di dunia, setara dengan 340.000.000 ton aspal olahan, yang bahkan merupakan 80%icadanganiaspal alam dunia. Aspaliiniiberupa campuraniantara bitumenidengan bahanimineral lainnya dalam bentukibatuan. Berdasarkanikadaribitumen yangidikandungnya, asbutonidapat dibedakan yaitu B10, B13, B20, B25, dan B30 (Aspal buton B10iadalah aspalibuton dengan kadar bitumen rata-rata 10%). Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakteristik perbandingan penambahan asbuton terhadap campuran aspal AC-WC melalui metode marshall. Dilakukanipengujian materialiyang digunakaniterlebih dahulu seperti agregati kasar danihalus, aspaliminyak, dan pengambilan hasil gradasi campuran yang memenuhi spesifikasi. Kemudian tahap I dilakukan untuk menentukan kadariaspalioptimum tanpa asbuton, mendapatkan kadar aspal optimumi(KAO)i5,75% melalui melalui metode marshall. Selanjutnya untuk tahap II dilakukan penambahan asbuton pada campuran kadar aspal optimum yang sudah didapat dengan subjek variasi penambahan asbuton yang diteliti yaitu 1,5%, 2%, 2,5%, 3%, 3,5% dan didapatkan nilai tengah pada barchart asbuton senilai 2,5%. Sebagai perbandingan penambahan asbuton terhadap karakteristik aspal AC-WC asbuton dengan AC-WC biasa melalui metode analisis dan uji marshall. Dari hasil penelitian lab dan analisis marshall nilai tengah yaitu pada variasi 2,5% asbuton menunjukkan nilai stabilitas, flow, MQ, VFB, dan density bergerak naik dibandingkan dengan campuran tanpa penambahan asbuton 0% KAO. Sedangkan nilai VIM dan VMA lebih kecil pada campuran ditambahkan asbuton 2,5% dibandingkan dengan KAO 0% asbuton terhadap campuran AC-WC. Namun seluruh nilai karakteristik pada campuran AC-WC Asbuton pada nilai tengah 2,5% memenuhi pada spesifikasi Bina Marga 2018 Revisi II.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI