DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PEREDAMAN RADIKAL BEBAS DPPH (2,2-DIPHENYL-1-PICRYLHYDRAZYL) MENGGUNAKAN KITOSAN TERAKTIVASI SIRINGALDEHIDA DENGAN 3-(BROMOASETIL) KUMARIN SEBAGAI ANTIOKSIDAN PENDAMPING | |
| PENGARANG | : | TAUFIK NURHIDAYAT | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-03 |
Kajian tentang antioksidan semakin berkembang karena perannya dalam melindungi kulit dari stres oksidatif akibat radikal bebas. Molekul reaktif ini dapat berasal dari proses metabolisme tubuh maupun faktor eksternal seperti sinar UV, polusi, dan asap rokok, yang berkontribusi terhadap penuaan dini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari peredaman radikal bebas DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl) menggunakan kitosan teraktivasi siringaldehida (SAD) dengan 3-(bromoasetil) kumarin (BAC) sebagai agen antioksidan pendamping. Aktivasi dilakukan dengan cara mereaksikan beads kitosan dengan larutan BAC selama 2 jam pada suhu 40-60ºC dan kemudian direaksikan dengan larutan SAD selama 24 jam pada suhu kamar. Aktivasi juga dilakukan pada kitosan dalam bentuk larutan sebagai kontrol.Hasil aktivasi dikarakterisasi dengan metode spektrofotometer FTIR dan diuji aktivitas antioksidannya dalam meredam radikal bebas DPPH dengan metode spektrofotometer UV-Vis. Hasil karakterisasi dengan FTIR menunjukkan pergeseran signifikan pada bilangan gelombang tertentu, seperti pada gugus hidroksil (-OH) dan amino primer (-NH?) yang bergeser dari 3350 cm?¹ menjadi sekitar 3264 cm?¹, serta munculnya puncak karbonil (C=O) pada 1657–1682 cm?¹ yang tidak terdapat pada kitosan murni. Pergeseran ini menunjukkan keterlibatan gugus fungsional kitosan dalam proses pembentukan beads dan reaksi modifikasi. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa larutan kitosan memiliki aktivitas peredaman yang cukup tinggi dengan peredaman terhadap DPPH maksimum sebesar 30%. Aktivasi dengan BAC menurunkan aktivitas antioksidan menjadi 4%, tetapi masih lebih rendah dibandingkan SAD yang memiliki aktivitas sebesar 8%. Penggabungan BAC dan SAD dalam larutan campuran menunjukkan penurunan aktivitas antioksidan yang signifikan sebesar 1,46%. Namun demikian, ketika BAC dan SAD dikombinasikan dalam matriks beads kitosan, terjadi peningkatan aktivitas peredaman radikal bebas yang signifikan menjadi 20%. Aktivitas beads kitosan dengan kombinasi BAC dan SAD lebih tinggi dibandingkan dengan larutan campurannya.
Kata Kunci: Kitosan, kumarin, siringaldehida, DPPH, antioksidan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI