DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA RELIGI KUBAH HABIB BASIRIH DI KOTA BANJARMASIN
PENGARANG:NANDISYA ALIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-05


ABSTRAK

Nandisya Alia, 2110413220006, Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Objek Wisata Religi Kubah Habib Basirih di Kota Banjarmasin. Di bawah bimbingan Safa Muzdalifah.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan objek wisata religi Kubah Habib Basirih di Kota Banjarmasin. Dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif,penelitianinimengumpulkandatadari82respondenmelaluikuesioneryangmengacupadateori 8 Tangga Partisipasi Sherry R. Arnstein. Partisipasi masyarakat dikategorikan berdasarkan tiga derajat utama: Non-Partisipasi, Tokenisme, dan Degree of Citizen Power.

Hasil penelitianmenunjukkan bahwa mayoritas partisipasi masyarakat berada dalam kategori Tokenisme, khususnya pada tingkatan Konsultasi dan Pemberian Informasi. Sebanyak 65% responden menyatakan mereka hanya mendapatkan informasi tanpa keterlibatan langsung dalam proses pengambilan keputusan. Sementara itu, 25% masyarakat berada di tingkat Placation, di mana mereka diberi kesempatan untuk menyampaikanpendapat, tetapi keputusantetapdipegangolehpemerintahdankeluargapengelola. Hanya 10% yang mencapai tingkat Kemitraan atau lebih tinggi, di mana mereka dapat berperan aktif dalam pengelolaan dan pengembangan objek wisata.

Berdasarkantemuanini,disarankanagarpemerintahdanpihakpengelolalebihmendorongpartisipasiaktif masyarakat dalam pengembangan wisata, bukan sekadar keterlibatan simbolis. Strategi yang dapat diterapkan meliputi peningkatan transparansi informasi, pembentukan forum komunikasi reguler antara warga dan pemerintah, serta pemberdayaan komunitas lokal dalam pengelolaan wisata.

Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Pengembangan Objek Wisata, Wisata Religi, Kubah Habib Basirih.

ABSTRACT

NandisyaAlia,2110413220006, Community Participationinthe Developmentof theReligiousTourism Object of Kubah Habib Basirih in Banjarmasin City. Under the guidance of Safa Muzdalifah.

Thestudyaims to analyzethelevel of communityparticipation inthedevelopment of thehabib baside-de- religious attractions in the banjarmasin city. Using a descriptive quantitative method, the study collected data from 82 respondents through questionnaires referring to the 8 ladders of sherry r. arnstein. Citizen participation is categorized by three main degrees: non-participation, tokenism, and degree of citizen power.

Studies indicatethat the majority of communityparticipation falls in the tokenism category, especially at consultation and information levels. 65% of respondents said they only get information without direct involvement inthedecision-makingprocess.Inthemeantime,25%ofcommunitiesareinplacation,where they are given the opportunity to speak their opinions, but decisions remain in the hands of governments and families of administrators. Only 10% reach a partnership or higher level, where they can be actively invested in the management and development of tourist attractions.

Based on these findings, it is recommended that governments and regulators encourage the active participation of communities intourist development rather than merely symbolic involvement. Applicable strategies include increased information transparency, the creation of regular communication forums between people and governments, and the management of local communities.

Keywords:CommunityParticipation,TourismDevelopment,ReligiousTourism,KubahHabibBasirih

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI