DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Perkecambahan Biji Mangga Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) Asal Kalimantan Selatan Secara In Vitro dan Ex Vitro Sebagai Upaya Konservasi Ex Situ
PENGARANG:RANGE HARNATA PALODANG
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-05


Mangga kasturi (Mangifera casturi) merupakan tumbuhan endemik dari Kalimantan Selatan yang keberadaannya kini telah punah di alam. Upaya konservasi perlu dilakukan dengan melakukan perbanyakan, yaitu dengan perkecambahan biji mangga kasturi baik secara in vitro (kultur jaringan) maupun ex vitro (konvensional). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi metode sterilisasi dan konsentrasi Benzylaminopurine yang terbaik untuk perkecambahan mangga kasturi secara in vitro serta kombinasi media tanam dan kedalaman penanaman yang terbaik untuk perkecambahan kasturi secara ex vitro. Penelitian ini terdiri dari 2 percobaan, yaitu perkecambahan secara in vitro dan ex vitro yang masing-masing menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial. Perlakuan yang diuji pada perkecambahan biji mangga kasturi secara in vitro adalah pemberian Benzylaminopurine dengan konsentrasi berbeda (0, 0,5, 1, 3 dan 6 mg/L) dan metode sterilisasi eksplan yang berbeda (sterilisasi 1 dan sterilisasi 2). Sedangkan, perlakuan yang diuji pada perkecambahan biji mangga kasturi secara ex vitro adalah komposisi media tanam yang berbeda (media top soil; media tanah + kotoran kambing + pasir (1:1:1); media tanah + kotoran kambing + pasir (3:2:1)) dan kedalaman penanaman biji yang berbeda (0 dan 3 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media tanpa penambahan Benzylaminopurine (0 mg/L) yang dikombinasikan dengan metode sterilisasi 2 merupakan perlakuan terbaik untuk perkecambahan biji mangga kasturi secara in vitro, dimana diperoleh persentase pertumbuhan tunas, persentase kesintasan dan jumlah tunas yang lebih tinggi, persentase browning dan kontaminasi bakteri dan fungi yang lebih rendah, serta waktu muncul tunas yang lebih cepat dibandingkan perlakuan lainnya. Sedangkan, penggunaan media top soil yang dikombinasikan dengan kedalaman penanaman biji 3 cm merupakan perlakuan terbaik untuk perkecambahan biji secara ex vitro, yang diindikasikan dengan persentase pertumbuhan tunas, persentase kesintasan, jumlah tunas, tinggi tunas dan jumlah daun yang lebih tinggi, serta waktu muncul tunas yang lebih cepat dibandingkan perlakuan lainnya.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI