DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STUDI DISKONTINUITAS SEISMIK MANTEL DI BAWAH LAUT BANDA MENGGUNAKAN DATA PREKURSOR SS
PENGARANG:HAIBATUL JALAL DND
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-06


Laut Banda dikenal dengan keberadaan Palung Banda, palung terdalam di Indonesia dengan kedalaman lebih dari 7.000 meter yang terbentuk akibat pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Interaksi antar lempeng ini menyebabkan aktivitas seismik termasuk gempa besar dan tsunami, sehingga menjadikan Laut Banda strategis untuk mempelajari mantel Bumi yang berkaitan dengan aktivitas tektonik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan titik Bouncepoint antara sumber gempa dengan stasiun gempa, menentukan diskontinuitas lain yang mungkin dapat dideteksi di sekitar Laut Banda dan menganalisis kedalaman diskontinuitas mantel 410 km dan 660 km atau lebih di sekitar Laut Banda. Analisis pemrosesan sinyal dengan ray parameter yang digunakan untuk mengetahui kemiringan sinar seismik dan ray tracing untuk menghasilkan gambaran yang akurat tentang struktur bawah permukaan bumi. Hasil penelitian didapat dengan Bouncepoint yang ditentukan dengan membagi dua jarak antara pusat gempa dengan stasiun penerima dan diperoleh 14 titik bouncepoint yang berada di daerah penelitian. Empat diskontinuitas ditemukan di daerah penelitian dengan rata-rata dari yang paling dangkal masing masing 980, 1150, 1710, dan 1800 km.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI