DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Perbandingan Agregat Quarry Awang Bangkal dan Agregat Quarry Benangin sebagai Bahan Lapis Pondasi Agregat Semen (LPAS)
PENGARANG:DEVIRA APRILIA IRDALINA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-06


Dengan meningkatnya pengguna jalan, maka jalanan kota tersebut menjadi jalan yang cukup padat dan sering mengalami kerusakan. Pondasi suatu jalan yang mengalami kerusakan harus diganti dengan pondasi yang lebih baik. Lapis Pondasi Agregat Semen merupakan lapis pondasi struktur perkerasan jalan yang dibuat dari campuran yang terdiri dari agregat A atau agregat B dengan gradasi tertentu Portland dengan atau tanpa pozzolan dan air dengan takaran tertentu sedemikian rupa sehingga dapat dipadatkan secara efisien dengan mesin gilas dalam keadaan keras dan mempunyai karakteristik memenuhi persyaratan tertentu. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik perbandingan dari campuran Lapis Pondasi Agregat Semen yang menggunakan material agregat kasar dan abu batu dari Kalimantan Selatan, agregat kasar dan abu batu dari Kalimantan Tengah, menganalisis perbandingan hasil kuat tekan dari campuran agregat kasar dengan abu batu dari kedua Provinsi tersebut, dan membuat rekomendasi bahan mana yang layak digunakan untuk pekerjaan lapis pondasi agregat semen. Hasil pengujian kuat tekan yang dilakukan di Laboratorium berdasarkan SNI 1974-2015, untuk material Awang Bangkal dengan kadar semen 5% yaitu 46,14 kg/cm² dan material Benangin dengan kadar semen 4% yaitu 45,97 kg/cm². Agregat dari Benangin dengan kadar semen 4% memiliki nilai rata-rata kuat tekan yang sudah memenuhi spesifikasi SNI 8141-2015. Sehingga material Awang Bangkal dengan kadar semen 5% dan material Benangin dengan kadar semen 4% sudah bisa dimanfaatkan sebagai bahan lapis pondasi agregat semen berdasarkan spesifikasi SNI 8141-2015

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI