DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Fun Loving Friends Creative Hub di Banjarbaru | |
| PENGARANG | : | SOPHIE KAMILA SULAIMAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-07 |
Industri kreatif di Indonesia mengalami perkembangan pesat dan menjadi pilar penting perekonomian nasional, dengan kontribusi sebesar Rp1,4 triliun pada tahun 2023. Di Kalimantan Selatan, komunitas Fun Loving Friends (FLF) menjadi salah satu penggerak utama kegiatan kreatif, khususnya di Banjarmasin dan Banjarbaru. Namun, keterbatasan fasilitas kreatif di Banjarbaru menjadi kendala dalam pengembangan komunitas ini. Oleh karena itu, di rancanglah Fun Loving Friends Creative Hub sebagai ruang sosial dan kreatif berbasis pendekatan third place yang memfasilitasi interaksi, kreativitas, dan kebersamaan. Metode third place diperkenalkan oleh Ray Oldenburg dalam bukunya The Great Good Place (1988, 1991). Oldenburg mendefinisikan third place sebagai tempat umum yang terletak di lokasi netral, di mana orang-orang dapat berkumpul dan berinteraksi. Berbeda dengan tempat pertama (rumah) dan tempat kedua (kantor)
Perancangan dilakukan di Jl. Karang Rejo, Banjarbaru, dengan mempertimbangkan aspek aksesibilitas, visibilitas, dan kedekatan dengan ruang publik. Desain mengadopsi nilai openness, contextuality, dan flexibility, yang diwujudkan melalui zonasi ruang terbuka, integrasi vegetasi, pencahayaan alami, warna-warna cerah, serta fasilitas yang mendukung keberagaman aktivitas kreatif dan sosial. Hasil rancangan menciptakan suasana yang nyaman, menyenangkan, dan mendukung pertumbuhan komunitas kreatif di Banjarbaru, menjadikan Fun Loving Friends Creative Hub sebagai pusat interaksi dan ekspresi kreatif yang ideal bagi masyarakat.
Kata kunci:industri kreatif, Creative Hub, Fun Loving Friends, third place.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI