DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | HUBUNGAN FAKTOR RISIKO OBSTETRI DENGAN KEJADIAN RETENSIO URIN POSTPARTUM PASCA EKSTRAKSI VAKUM DAN PEMASANGAN FOLEY CATHETER 1 x 24 JAM | |
| PENGARANG | : | INAS TSURAYYA FAUZIAH LAHDIMAWAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-07 |
ABSTRAK
Latar Belakang: Retensio urin postpartum (RUP) adalah komplikasi yang umum
terjadi pada persalinan, didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk berkemih
secara spontan dalam waktu 6 jam setelah persalinan pervaginam. Angka kejadian
RUP antara 1,7-17,9%, karena bervariasinya definisi dan metode penelitian. RUP
Lmenyebabkan denervasi dan atonia otot di sistem urogenital jika tidak diketahui
tepat waktu. RUP persisten menjadi morbiditas dan kondisi serius bagi pasien dan
memerlukan penanganan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, termasuk
kerusakan ireversibel. Memahami faktor risiko RUP menjadi penting untuk
mengembangkan strategi, meminimalkan risiko dengan tujuan mencegah disfungsi
berkemih jangka panjang.
Tujuan: Mengetahui hubungan faktor risiko obstetri dengan kejadian RUP pasca
ekstraksi vakum dan pemasangan FC 1x24 jam di RSUD Ulin Banjarmasin.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian klinis dengan rancangan observasional
analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah pasien yang
menjalani persalinan pervaginam dengan ekstraksi vakum dan pemasangan FC 1x24
jam di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari 2019 – Desember 2023. Data dianalisis
bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil: Didapati 194 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data
karakteristik penelitian ditemukan usia terbanyak di rentang 20-35 tahun (67,5%),
multiparitas (58,2%), berat badan lahir bayi <3325 gram (73,7%), dan lama
persalinan kala II memanjang (90,7%). Terdapat hubungan yang bermakna pada
faktor risiko berat badan lahir bayi dengan kejadian RUP (nilai p = 0,004 ; PR =
5,56). Hasil yang tidak bermakna didapatkan pada usia (nilai p = 1,000), paritas
(nilai p = 0,857), dan lama kala II (nilai p = 1,000).
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara faktor risiko obstetri berat
badan lahir bayi dengan kejadian RUP pada persalinan dengan ekstraksi vakum dan
pemasangan foley catheter 1x24 jam. Usia, paritas, dan lama kala II tidak
berhubungan dengan kejadian RUP.
Kata kunci: ekstraksi vakum, faktor risiko obstetri, retensio urin postpartum
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI