DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PRARANCANGAN PABRIK DIOKTIL TEREFTALAT DARI ASAM TEREFTALAT DAN 2 ETIL HEKSANOL MENGGUNAKAN PROSES ESTERIFIKASI DENGAN KAPASITAS 15.000 TON/TAHUN
PENGARANG:SYLVIA JUANITA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-08


INTISARI

 

Dioctyl Terephthalate (DOTP) merupakan bahan kimia organik sintetis yang dikenal dengan plasticizer memiliki rumus molekul C24H38O4 yang larut dalam etanol, aseton, detil ester dan hidrokarbon aromatik. DOTP dapat digunakan dalam proses produksi Poly Vinyl Chloride (PVC) dan resin etilselulosa untuk memproduksi plastik film, kulit imitasi, kawat elektrik, pembungkus kabel, dan sebagainya. Selama ini Indonesia masih mengimpor Dioctyl Terephthalate dari negara lain, sehingga untuk menutupi kebutuhan impor tersebut, dirancang pabrik Dioctyl Terephthalate dengan kapasitas 15.000 ton/tahun. Adapun bahan baku pembuatan Dioctyl Terephthalate adalah asam Tereftalat dan 2-Etil Heksanol dengan kemurnian ±99% yang sudah dapat diperoleh dari industri dalam negeri. Lokasi pendirian pabrik Dioctyl Terephthalate direncanakan di Cilegon karena dekat dengan sumber bahan baku, pelabuhan dan merupakan kawasan industri.

Pabrik Dioctyl Terephthalate yang akan dibangun diproduksi dari asam tereftalat dan 2-etil heksanol dengan menggunakan proses esterifikasi. Asam tereftalat dan 2-etil heksanol bekerja pada tekanan 1 atm dan temperatur 30°C yang suhunya akan dinaikan hingga mencapai 150°C menggunakan heater. Reaksi pembuatan Dioctyl Terephthalate dari asam tereftalat dan 2-etil heksanol terjadi dalam sebuah reaktor tangki berpengaduk (RTB) pada fase padat-cair dengan bantuan katalis asam sulfat. Reaksi yang terjadi bersifat endotermis yang berlangsung pada suhu 150°C dan pada tekanan 1 atm, yang kemudian akan dimurnikan menggunakan menara distilasi. Produk akhir diperoleh 99% Dioctyl Terephthalate. Pemenuhan air diperoleh dari sungai Sidanau sebanyak 10591,1738 kg/jam. Sedangkan kebutuhan listrik untuk operasional pabrik sebesar 1010,4498 kW. Bahan bakar untuk generator tersebut digunakan diesel oil sebanyak 6,9667 liter/jam.

Nilai Return on Investment (ROI) sesudah pajak untuk pabrik ini adalah sebesar 75% dan waktu pengembalian modal (POT) sesudah pajak adalah 1,17 tahun. Sedangkan kapasitas Break Even Point (BEP) adalah sebesar 40,48%, dan kapasitas Shut Down Point (SDP) adalah 28,36%. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa pabrik ini layak untuk dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik.

 

Kata Kunci: Dioctyl Terephthalate, esterifikasi, ester, eksotermis           .

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI