DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | SEBARAN KEBUTUHAN KAPUR BERDASARKAN PERSENTASE SULFUR PADA TANAH SULFAT MASAM | |
| PENGARANG | : | PARIZAL | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-08 |
Lahan rawa pasang surut sangat berpotensi sebagai lumbung pangan nasional. Rawa pasang surut merupakan sumber daya lahan yang dapat menjadi sumber produksi pertanian baru, jika didukung dengan teknologi budidaya yang baik. Pemberian kapur pertanian di lahan pasang surut merupakan salah satu cara untuk mengatasi kemasaman tanah.Pemberian bahan pembenah tanah saat persiapan lahan seperti kapur dolomit adalah pembenah tanah yang mudah di temukan, akan tetapi belum ada informasi yang rinci tentang rekomendasi pemberian kapur di berbagai wilayah, maka dari itu penelitian ini di lakukan untuk mengetahui sebaran kebutuhan kapur kapur dolomit di lahan pasang surut yang dihitung berdasarkan % sulfur dalam tanah.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan eksploratif melalui survei lapangan. Titik sampel diambil menggunakan metode purposive sampling sebanyak 24 titik. Jarak antar titik sampel berkisar antara 750 m sampai 850 m. Tanah yang diambil dari titik sampel dari kedalaman 0-50 cm. Pembuatan peta penyebaran kebutuhan kapur menggunakan sofeware Argis 10.4.1. Delineasi peta sebaran menggunakan tools: 3D Analyst- Raster Interpolation-Inverse Distance Weighted IDW (Inverse Distance Weighted). Hasil penelitian menujukkan bahwa pada wilayah desa Tamban Muara Baru kisaran pH 3,28 – 5,06, Tamban Bangun Baru kisaran pH 4,2 - 4,95,Tamban Sari Baru kisaran pH 4,2-.4,95, dan Purwosari Baru kisaran pH 2,88 – 5,62. Nilai C-organik di wilayah penelitian menunjukkan nilai dengan kriteria dari rendah sampai sedang dimana untuk desa Tamban Muara Baru berkisar 1,83-2,77 %, Tamban Bangun Baru kisaran C-org 1,52.-2,57 %, Tamban Sari Baru kisaran C- organik 2,14-3,15%, dan Purwosari Baru kisaran C- organik 1,95-2,95 %. Senyawa pirit merupakan sumber kemasaman di tanah sulfat masam, untuk wilayah desa Tamban Muara Baru kandungan pirit berkisar 0,002-0,072%, Tamban Bangun Baru kisaran 0,001-%0,031, Tamban Sari Baru kisaran 0,002-0,022%, dan Purwosari Baru kisaran 0,011.-0,065%. Persentase sulfur dalam pirit menjadi acuan untuk menentukan jumlah kapur. Kebutuhan kapur dolomit pada wilayah desa Tamban Muara Baru berkisar 30,1 - 596,5 kg ha-1 , Tamban Bangun Baru kisaran 36,7-1.651,7 kg ha-1, Tamban Sari Baru kisaran 14,4 -324,3, kg ha-1 dan Purwosari Baru kisaran 97,59 - 1.562,7 kg ha-1.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI