DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS EKONOMI PENERAPAN TUMPANGSARI PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI LAHAN GAMBUT KABUPATEN BARITO KUALA
PENGARANG:ISMA HAKIM RAHMAT
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-08


Penelitian ini mengevaluasi penerapan metode tumpangsari pada perkebunan kelapa sawit di lahan gambut di Kabupaten Barito Kuala dari sudut pandang ekonomi. Tumpangsari merupakan teknik menanam dua atau lebih jenis tanaman secara bersamaan di satu area untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Penelitian ini juga mengkaji dampak ekonomi penerapan sistem tumpangsari pada perkebunan kelapa sawit serta menghitung nisbah kesetaraan lahan (NKL). Penelitian dilakukan di lahan kelapa sawit di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, dengan durasi sekitar empat bulan. Informasi diperoleh dari wawancara langsung dengan petani, pengepul, dan pedagang pasar untuk membandingkan harga jual tanaman tumpangsari. Menurut Bapak Rusmin, penerapan teknik tumpangsari berpotensi mengoptimalkan penggunaan lahan, terutama selama masa tunggu produksi kelapa sawit. Dengan sistem tumpangsari, petani dapat memperoleh penghasilan rutin setiap tahun dari tanaman sela yang ditanam di antara kelapa sawit, sehingga lahan dimanfaatkan lebih efisien dan produktif. Perhitungan rata-rata produktivitas lahan (NKL) untuk tanaman polikultur kelapa sawit dan tumpangsari menunjukkan nilai satu (NKL = 1), yang mengindikasikan bahwa sistem monokultur dan polikultur memberikan keuntungan yang setara, yaitu 50%. Namun, hasil wawancara dengan petani menunjukkan bahwa sistem tumpangsari terbukti lebih menguntungkan. Pada usia satu hingga empat tahun, tanaman kelapa sawit belum menghasilkan buah. Selama periode ini, tumpangsari digunakan untuk memanfaatkan ruang di antara tanaman kelapa sawit, menghasilkan keuntungan tambahan sambil menunggu kelapa sawit mencapai usia produktif.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI