DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KINERJA LEMBAGA OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA PERWAKILAN KALIMANTAN SELATAN DALAM MENANGANI LAPORAN MASYARAKAT ISU TERKAIT PERHUBUNGAN ATAU INFRASTRUKTUR
PENGARANG:LATIFA NUR FAIQOH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-09


Latifa Nur Faiqoh, 2010411320005, 2024. Kinerja Lembaga Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan Dalam Menyelesaikan Isu Terkait Perhubungan atau Infrastruktur. Di bawah bimbingan Aulia. 
 
Pemerintah Republik Indonesia membentuk Lembaga Ombudsman Republik Indonesia (ORI) sebagai institusi independen yang berperan strategis dalam mengawasi, mengevaluasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untk mengkaji Kinerja Lembaga Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dalam Meyelesaikan Masyarakat Terkait Infrastruktur di Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini berfokus pada mengevaluasi efektivitas ORI dalam menangani pengaduan, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerjanya dan mencari cara untuk meningkatkan layanannya.
Metode yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Selain itu sumber data yang digunakan ialah data primer yaitu melalui wawancara dengan pihak terkait dan data sekunder seperti data, dokumentasi, dan buku. Dalam mengolah data menggunakan analisis data dari Miles dan Huberman (1994) yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ORI telah mengalami kemajuan yang signifikan
dalam menangani pengaduan, namun masih terdapat beberapa kendala yang perlu diatasi adalah sumber daya manusia, yang secara langsung memengaruhi optimalisasi kinerja kelembagaan. Dengan menggunakan indikator kinerja dari Agus Dwiyanto (2006), penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor pendukung kinerja ORI, antara lain lingkungan kerja yang kondusif, akurasi data dan informasi, serta koordinasi antarinstitusi yang efektif. 
Saran penelitian ini untuk melakukan peningkatan kinerja Ombudsman RI Kalsel melalui dua pendekatan utama. Pertama, optimalisasi sistem internal yang mencakup pengembangan sistem monitoring yang lebih canggih dalam Penerimaan dan Verifikasi Laporan (PVL), penguatan investigasi dan pengawasan, percepatan penyelesaian kasus, serta peningkatan akuntabilitas melalui publikasi laporan dan pengembangan mekanisme umpan balik masyarakat. Kedua, penguatan kapasitas kelembagaan melalui penambahan pegawai sesuai kebutuhan kasus, optimalisasi manajemen beban kerja melalui redistribusi tugas dan perekrutan terarah, pengembangan kompetensi pegawai melalui pelatihan berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi Informasi dan kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan efektivitas kerja lembaga dalam melayani masyarakat.
 
Kata Kunci: Ombudsman, Pengaduan Masyarakat, Infrastruktur, Kinerja.
Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI