DIGITAL LIBRARY



JUDUL:IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI TELUR CACING PADA FESES BEKANTAN (Nasalis Larvatus) DI PULAU CURIAK
PENGARANG:LATIFAH KAMAL
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-09


Pulau Curiak merupakan bagian dari ekosistem mangrove yang menjadi habitat utama bekantan (Nasalis larvatus) serta berbagai keanekaragaman hayati. Ekosistem ini mendukung kehidupan bekantan melalui pasokan nutrisi dari tujuh spesies tumbuhan mangrove, seperti Rambai (Sonneratia caseolaris) dan Putat (Planchonia valida). Namun, bekantan menghadapi ancaman infeksi parasit saluran pencernaan, yang umum terjadi di habitat lembap seperti mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan prevalensi telur cacing yang menginfeksi bekantan di Pulau Curiak. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pengambilan sampel secara sistematis. Sampel feses diambil dari 24 sampel feses bekantan di beberapa lokasi, termasuk feeding station dan menara pemantauan. Pengujian dilakukan dengan metode flotasi dan sedimentasi di Laboratorium Parasitologi, Balai Veteriner Banjarbaru. Data dianalisis berdasarkan morfologi telur dan prevalensi infeksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua jenis telur cacing, yaitu Oesophagostomum sp. dengan prevalensi 0,05% dan Trichuris sp. dengan prevalensi 0,41%. Kedua jenis infeksi ini diklasifikasikan sebagai ringan hingga sangat ringan. Telur cacing ditemukan di berbagai lokasi, seperti feeding station dan menara pemantauan. Temuan ini memberikan wawasan penting tentang risiko infeksi parasit pada bekantan di Pulau Curiak.

 

Kata Kunci: Bekantan, habitat, infeksi, konservasi, Pulau Curiak

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI