DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | STRATEGI PENGELOLAAN ANGGREK DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS MUNGKU BARU PALANGKA RAYA | |
| PENGARANG | : | KAMALIAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-09 |
Kamaliah, NIM 2240511320021. Strategi Pengelolaan Anggrek Di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Mungku Baru Palangka Raya. Ketua Komisi Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc, Anggota Komisi Pembimbing 1 : Dr. Ir. Zainal Abidin, M.P, Anggota Komisi Pembimbing 2 : Dr. Ir. Mufidah Asyari, M.P.
KHDTK Mungku Baru merupakan kawasan hutan pendidikan dengan keanekaragaman hayati tinggi, termasuk keberadaan anggrek (Orchidaceae) yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis. Anggrek berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mendukung keanekaragaman hayati, serta memiliki potensi sebagai komoditas bernilai tinggi. Namun, keberlanjutan spesies ini di KHDTK Mungku Baru menghadapi tantangan akibat minimnya data mengenai habitat dan distribusinya. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan yang berkelanjutan untuk menjaga kelestariannya.
Berdasarkan uraian tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk (1) Menentukan kondisi habitat anggrek di KHDTK Mungku Baru (2) Menganalisis pola sebaran anggrek di KHDTK Mungku Baru (3) Merumuskan strategi pengelolaan kelestarian habitat anggrek di KHDTK Mungku Baru
Data dan metode penelitian yang digunakan (1) Data lapangan terkait keanekaragaman habitat anggrek, (2) Data NDVI dan LST, (3) kuisioner, wawancara/deep interview, observasi langsung, purposive sampling, (4) SWOT dan AHP.
Hasil penelitian ini di peroleh Nilai NDVI dan LST di kategorikan kedalam kelas Tinggi dan nilai LST rentang suhu termasuk rendah. Sedangkan nilai penelitian keanekaragaman jenis anggrek di hutan kerangas dan hutan rawa gambut Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Mungku Baru (KHDTK Mungku Baru) yang telah dilakukan, didapatkan 9 genus anggrek epifit dan 2 genus anggrek terrestrial. Populasi anggrek Terrestrial yang paling melimpah pada penelitian ini adalah Broomhedia reinwardtiana dengan nilai kerapatan sebesar 88.6%. Distribusi anggrek terrestrial pada pohon inang tersebar di zona ke 1yang ditemukan di tanah. Pola sebaran hasil penelitian ini dominan mengelompok dari hasil nilai Indeks Morisita.
Strategi pengelolaan anggrek di KHDTK Mungku Baru yaitu berfokus pada empat aspekyaitu edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat sebagai prioritas tertinggi (32%), diikuti oleh penguatan perlindungan habitat serta pengelolaan ekosistem (26%), adaptasi dan mitigasi perubahan iklim (22%), dan konservasi anggrek di habitat alami (20%). Adapun penguatan perlindungan habitat dan pengelolaan ekosistem menjadi strategi penting dalam memastikan keberlanjutan populasi anggrek. sedangkan strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim juga memainkan peran signifikan dalam menghadapi tantangan lingkungan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI