DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MADU HUTAN (Apis dorsata) DI PULAU RANGSANG KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI PROVINSI RIAU | |
| PENGARANG | : | ANDRI FERDIAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-09 |
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kadar air, sifat organoleptik, dan aktivitas antioksidan antara madu hutan darat dan madu hutan pesisir yang berasal dari Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah uji Scavenging Radikal OH untuk mengukur aktivitas antioksidan, refraktometer untuk kadar air, serta uji organoleptik untuk menilai warna, aroma, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu darat memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi 41,777 % kategori tinggi, dibandingkan madu pesisir 73,052% kategori sedang berdasarkan standar Molyneux (2004). Secara organoleptik, madu darat berwarna kuning keemasan dengan aroma ringan dan rasa manis, sedangkan madu pesisir berwarna cokelat gelap dengan aroma sedang dan rasa manis keasaman. Kadar air kedua jenis madu melebihi standar SNI 8664:2018 (≤22%), yaitu madu darat 28,3% dan madu pesisir 27,3%, diduga akibat kondisi lingkungan lembap di daerah gambut. Perbedaan kandungan antioksidan dipengaruhi oleh keanekaragaman sumber nektar, di mana madu darat berasal dari vegetasi yang lebih beragam seperti kelapa, akasia, dan tumbuhan liar, sementara madu pesisir didominasi nektar mangrove dan nipah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa madu hutan darat lebih unggul dalam potensi antioksidan, sehingga disarankan sebagai pilihan konsumsi untuk manfaat kesehatan yang lebih optimal.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI