DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Tingkat Kebisingan dan Kinerja Simpang Jalan Basuki Rahmat - Jalan Jaksa Agung Suprapto Kabupaten Tabalong
PENGARANG:MUHAMMAD REZKY NURROSYIDI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-10


Salah satu persimpangan yang sering terjadi kepadatan arus lalu lintas di tengah perkotaan tepatnya pada zona sekolah, komersial, dan permukiman masyarakat di Kabupaten Tabalong berada di simpang tiga Jalan Basuki Rahmat – Jalan Jaksa Agung Suprapto. Padatnya arus lalu lintas di lokasi tersebut sebab adanya aktivitas sekolah, kantor, dan pertokoan. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui kinerja simpang dan memberikan penanganan alternatif apabila kinerja simpang tidak lagi optimal dalam memenuhi standar derajat kejenuhan dan waktu tunda, mengetahui tingkat kebisingan dan korelasinya terhadap kepadatan lalu lintas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023) dan baku mutu kebisingan Gubernur Kalimantan Selatan No. 53 Tahun 2007. Perhitungan dibantu aplikasi Microsoft Excel. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data kondisi lingkungan, geometrik simpang, volume lalu lintas dan tingkat kebisingan selama 12 jam serta data kependudukan Kabupaten Tabalong. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa jam puncak volume lalu lintas terjadi antara pukul 07:10 sampai dengan pukul 08:10 WITA. Pada kondisi eksisting, diperoleh nilai DJ = 0,32; T = 9,56 det/SMP; dan Pa = 10,12%. Hal ini mengindikasikan bahwa kinerja simpang dalam kondisi masih optimal. Namun, pada kondisi forecasting untuk 17 tahun mendatang diperoleh nilai DJ = 0,90; T = 14,14 det/SMP; Pa = 48,11%; dan indeks tingkat pelayanan C, yang menunjukkan bahwa kinerja simpang tidak lagi optimal. Oleh karena itu, diperlukan penanganan alternatif dengan penambahan APILL untuk mengembalikan kinerja simpang dengan nilai DJ = 0,83; T =24,47 det/SMP; dan TLL = 39,7 yang menghasilkan indeks tingkat pelayanan C. Observasi di lapangan menunjukkan bahwa tingkat kebisingan simpang mencapai 92,6 dB dan tingkat kebisingan kawasan mencapai 84,6 dB, sedangkan standar baku mutu kebisingan adalah 55 dB. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kebisingan pada lokasi penelitian melebihi standar. Adapun perhitungan hubungan (korelasi) antara volume kendaraan dengan kebisingan simpang dan kawasan tergolong kuat pada masing-masing nilai sebesar r = 0,56 dan r = 0,51.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI