DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PELESTARIAN KEBUDAYAAN HARI RAYA GALUNGAN OLEH MASYARAKAT BALI TRANSMIGRAN DI DESA TRI MARTANI | |
| PENGARANG | : | NI LUH DILA MARLYANA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-11 |
Ni Luh Dila Marlyana, 2025. Pelestarian Kebudayaan Hari Raya Galungan oleh Masyarakat Bali Transmigran di Desa Tri Martani. Skripsi. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing (1) Wahyu
Kata kunci: Pelestarian, Kebudayaan, Hari Raya Galungan
Masalah pokok dalam penelitian ini adalah upaya masyarakat Bali transmigran dalam melestarikan Kebudayaan Hari Raya Galungan di tengah perbedaan lingkungan sosial dan budaya masyarakat setempat, serta menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat perkembangan zaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui upaya masyarakat Bali dalam Melestarikan Kebudayaan Upacara Keagamaan Hari Raya Galungan di Desa Tri Martani.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahap pemilihan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian yang didapat pada Pelestarian Kebudayaan Upacara Keagamaan Hari Raya Galunganoleh Masyarakat Bali Transmigran di Desa Tri Martani yaitu (1) Melestarikan Kebudayaan Hari Raya Galungan didasari oleh kesadaran masyarakat yang tinggi, tercermin dari partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan, seperti gotong royong, dan keterlibatan mereka dalam pelaksanaan upacara tersebut. Selain itu, masyarakat juga mengajarkan berbagai aspek kebudayaan Bali kepada anak-anak sebagai bagian dari upaya berkesinambungan untuk mewariskan kebudayaan yang ada kepada generasi penerus. (2) Lembaga adat memegang peran penting dalam pelaksanaan upacara keagamaan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Lembaga adat juga berperan dalam menjaga kelestarian warisan leluhur dengan memberikan ruang bagi generasi muda seperti STT dan Pesraman serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk mendukung pelestarian kebudayaan tersebut.
Disarankan kepada masyarakat dan lembaga adat (Desa Adat) yang menjadi satu kesatuan dalam melestarikan kebudayaan khususnya upacara keagamaan agar terus mempertahankan dan dapat mengembangkan tradisi yang sudah menjadi identitas masyarakat Bali turun temurun meskipun berada wilayah transmigrasi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI