DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PEMETAAN TINGKAT KERENTANAN FISIK KEBAKARAN PERMUKIMAN DI KELURAHAN ALALAK TENGAH KECAMATAN BANJARMASIN UTARA
PENGARANG:AGUS RIYANTO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-12


Indonesia merupakan wilayah yang rentan terhadap berbagai bencana, baik bencana alam dan non-alam, salah satunya adalah bencana kebakaran permukiman. Kota banjarmasin merupakan wilayah dengan kepadatan tertinggi di Kalimantan Selatan, mencapai 6.779 jiwa/km2, merupakan lokasi dengan frekuensi kebakaran tertinggi di Kalimantan Selatan. Kelurahan Alalak Tengah merupakan kelurahan di kecamatan Banjarmasin Utara yang memiliki luas permukiman kumuh tertinggi. Permukiman kumuh sering disertai dengan penurunan kualitas dan fasilitas permukiman, menjadikannya daerah yang memungkinkan terjadinya kebakaran. Perlunya pemetaan tingkat kerentanan kebakaran di Kelurahan Alalak Tengah untuk manajemen risiko bencana. Penelitian ini meggunakan analisis kuantitatif deskriptif berbasis Sistem Inforasi Geografid (SIG), dengan area penelitian dibagi menjadi grid 30×30 meter, dengan total 1.078 grid seluruh wilayah penelitian, pembagian grid ini bertujuan untuk mempermudah dalam membagi sampel. Parameter yang digunakan pada penelitian ini yaitu kepadatan bangunan permukiman, jenis bangunan permukiman, Pola tataletak permukiman, jarak dari lokasi sumber air, jarak dari lokasi pemadam, jarak dari jalan utama, dan lebar jalan masuk. Penelitian menunjukkan tingkat kerentanan fisik kebakaran di Kelurahan Alalak Tengah terbagi menjadi tiga tingkatan dengan tingkat kerentanan rendah dengan luasan 8,2 Ha, tingkat kerentanan sedang dengan luasan 11,7 Ha, dan tingkat kerentanan tinggi dengan luasan 16,4 Ha. Tingkat kerentanan tinggi mendominasi dengan wilayah yang memiliki akses terbatas, dengan pemukiman padat, serta material bangunan yang mudah terbakar. Hasil peta kerentanan fisik kebakaran permukiman dapat dipercaya, dengan hasil uji akurasi peta ≥80%. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI