DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KEHIDUPAN PENGAYUH BECAK DI BANJARMASIN TENGAH (STUDI KASUS: STATUS SOSIAL EKONOMI PENGAYUH BECAK) | |
| PENGARANG | : | GOLDA MEIR DOLOK SARIBU | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-14 |
Golda Meir Dolok Saribu. 2024. Kehidupan Pengayuh Becak Di Banjarmasin Tengah (Studi Kasus: Status Sosial Ekonomi Pengayuh Becak). Skripsi Program Studi Pendidikan Sosiologi. Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Cucu Widaty.
Kata Kunci: Pengayuh Becak, Status sosial, Status ekonomi
Becak merupakan salah satu alat transportasi yang ada di setiap kota di Indonesia, hanya saja modelnya yang berbeda–beda di setiap kota. Status sosial ekonomi menjadikan posisi atau kedudukan seseorang dalam masyarakat yang ditentukan oleh seberapa besar materil maupun pekerjaannya dalam hal pemenuhan kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Untuk mendeskripsikan status sosial pengayuh becak di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin. 2)Untuk menganalisa status ekonomi pengayuh becak di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin.
Metode yang digunakan yakni metode kualitatif. Penelitian berlokasi di Jl. P. Antasari, Pekapuran Raya, Kecamatan. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin. Penentuan informan menggunakan teknik snowball sampling dengan jumlah informan sebanyak 10 orang yang merupakan pengayuh becak di sekitar lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memvalidasi data menggunakan teknik triangulasi.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa 1) status sosial pengayuh becak semakin terpinggirkan dikarenakan tergerus arus globalisasi dan modernisasi, pekerjaan sebagai pengayuh becak kebanyakan berasal dari orang yang sudah berusia diatas 35 tahun hingga 70 tahun dengan tingkat pendidikan dari tidak berpendidikan hingga SMP. 2) status ekonomi profesi sebagai pengayuh becak tidak lagi menjanjikan kesejahteraan yang memadai dengan penghasilan berkisar Rp.40.000-Rp. 100.000. penghasilan ini tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat, ditambah dengan jumlah tanggungan yang cukup banyak seperti biaya sekolah anak, kebutuhan rumah tangga, biaya sewa, dan lainnya.
Pemerintah disarankan meningkatkan bantuan sosial, menyediakan pelatihan kewirausahaan, dan fasilitas kerja bagi pengayuh becak. Masyarakat diharapkan mengapresiasi profesi ini melalui penggunaan jasa dan pemberian tarif wajar. Pengayuh becak perlu meningkatkan daya saing, menjaga pelayanan, serta mencari alternatif penghasilan. Penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk evaluasi dampak sosial ekonomi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI