DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Evaluasi Pertumbuhan Tanaman Kayu Putih (Melaleuca leucadendra Linn) pada Tanah Ultisol di Gunung Batu Desa Tebing Siring Tanah Laut. | |
| PENGARANG | : | PRAYOGO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-14 |
ABSTRAK
PRAYOGO. 2023.“Evaluasi Pertumbuhan Tanaman Kayu Putih(Melaleuca leucadendra Linn) pada Tanah Ultisol di Gunung Batu Desa Tebing Siring Tanah Laut.”. Tesis, Program Studi Magister Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Prof. Dr. Ir. H. Gusti Muhammad Hatta, MS. dan Dr. Yusanto Nugroho, S.Hut., MP.
Keywords:kayu putih, tanah ultisol, kesesuaian lahan, Gunung Batu
Tanaman kayu putih dipilih sebagai tanaman revegetasi karena mampu hidup di tanah yang kering serta tidak memiliki syarat tumbuh yang spesifik. Meskipun demikian, untuk tanaman tentu tidak lepas dari serangan hama penyakit dalam proses pertumbuhannya. Kondisi topografi di areal rehabilitasi DAS pada Blok Gunung Batu bervariasi mulai dari kelas kelerengan datar sampai dengan sangat curam. Kondisi inilah yang menggambarkan fisiografi ataupun relief permukaan yang dapat diwakili sebagai ukuran kemiringan lereng permukaan lahan. Jenis tanah dominan merupakan tanah ultisol, dengan kandungan bahan organik yang rendah. evaluasi kesesuaian lahan diharapkan akan diperoleh data karakteristik lahan yang akan menunjukkan sifat-sifat lahan, sehingga dapat diketahui tingkat kesesuaian lahan tanaman kayu putih yang pada akhirnya akan mengoptimalkan produksi tanaman. Tujuanpenelitian iniyaitu mengevaluasi kondisi tanaman kayu putih pada berbagai kelas lereng dan menganalisis kesesuaian lahan untuk jenis tersebut pada tanah ultisol. Penelitian ini mengamati kesehatan pada tingkat individu pohon, dengan menentukan status kesehatan tanaman berdasarkan Area Level Index (ALI)/Indeks Kerusakan Area (IKA), dan metode matching antara karakteristik lahan dengan tabel kelas kesesuaian lahan untuk tanaman kayu putih. Hasil penelitian menunjukkan lokasi kerusakan, tipe kerusakan, dan tingkat keparahan sehingga diperoleh nilai indeks kerusakan untuk tanaman yang ditanam di lahan rehabilitasi DAS Blok Gunung Batu yang dihitung berdasarkan kriteria Area level index (ALI) sebesar 2,6 untuk PU 1 dengan jumlah 104 tanaman termasuk ke dalam kategori ringan, Nilai Indeks Kerusakan (NIK) 2,7 termasuk kategori ringan untuk PU 2 dengan jumlah 102 tanaman, dan Nilai Indeks Kerusakan (NIK) 2,5 termasuk kategori ringan untuk PU 3 dengan jumlah 99 tanaman. Setiap tanaman memiliki kondisi fisik yang berbeda. Sebagian masih dalam kondisi yang sehat dan yang lainnya mengalami rusak ringan. Analisis kesesuaian lahan dapat disimpulkan bahwa kesesuaian lahan aktual PU 1, N2rf dengan faktor pembatas kedalaman tanah dan pH tanah. PU 2 dengan kesesuaian lahan actual N2rfe dan faktor pembatas kedalaman tanah dan erosi. PU 3 kesesuaian lahan actual N2res dengan faktor pembatas kedalaman tanah, erosi tanah, dan train (lereng, batuan, serta singkapan). Dari hasil upaya perbaikan lahan, maka dihasilkan kesesuaian lahan potensial PU 1 dan PU 2 dengan kesesuaian lahan S3r dengan faktor pembatas kedalaman tanah, dan PU 3 S3rse dengan faktor pembatas kedalaman tanah dan erosi, serta train (lereng, batuan, dan singkapan).
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI