DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Perempuan Melawan Blaming the Victim: Diskriminasi Pada Masalah Pencemaran Lingkungan Sungai | |
| PENGARANG | : | SITI NABILA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-15 |
Siti Nabila. 2024. Perempuan Melawan Blaming the Victim: Diskriminasi
pada Masalah Pencemaran Lingkungan Sungai. Dibimbing oleh Ismar Hamid, S.S,
M.Si., selaku pembimbing skripsi.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya bias gender dalam pencemaran
ekologi sungai. "Blaming the victim" mencerminkan narasi yang sering dihadapi
Perempuan Desa Pulau Sewangi dalam konteks masalah lingkungan. Perempuan
sering kali dipandang sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kondisi
lingkungan, meskipun juga menjadi korban dari degradasi ekologi dan struktural.
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hubungan antara perempuan, kesadaran
ekologis, dan budaya patriarki dalam pengelolaan Sungai di Desa Pulau Sewangi.
Menggunakan metode fenomenologi kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi
observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan pendekatan teori ekofeminisme.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor: Tingkat Pendidikan,
keterbatasan fasilitas, kebiasaan turun temurun, dan akses informasi turut
memengaruhi kesadaran dan praktik ramah lingkungan perempuan. Meski
demikian, beberapa perempuan telah menunjukkan inisiatif dalam mengelola
lingkungan secara berkelanjutan, seperti penggunaan sampah organik untuk pupuk,
membuat kerajinan dari limbah pembuatan jukung dan aktif gotong royong
memebersihkan lingkungan sekitar sungai. Meski demikian bias patriarki masih
mendominasi pandangan masyarakat, di mana perempuan dijadikan kambing hitam
atas krisis ekologi sementara penyebab struktural seperti limbah industri tidak
mendapat perhatian. Tulisan ini mengkritik diskriminasi perempuan dan eksploitasi
alam sebagai produk dari logika dominasi patriarki yang sama. Masalah
diskriminasi gender dan kerusakan lingkungan dapat diatasi dengan perubahan
struktural melalui edukasi, regulasi, dan paradigma yang inklusif, sehingga
perempuan dapat berkontribusi secara setara dalam upaya pelestarian lingkungan
dan pembangunan masyarakat.
Kata kunci: Perempuan, Sungai, Budaya Patriarki, Ekofeminisme
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI