DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KADAR AIR SERESAH SENGON (Paraserianthes falcataria) SEBAGAI INDIKATOR RESIKO KEBAKARAN DI AREAL TAMAN HUTAN HUJAN TROPIS INDONESIA BANJARBARU | |
| PENGARANG | : | RIO REZA PAHLIFI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-16 |
Hutan hujan tropis merupakan ekosistem penting yang mendukung kehidupan makhluk hidup di bumi, namun rentan terhadap kerusakan akibat kebakaran hutan, terutama pada musim kemarau. Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menilai risiko kebakaran adalah kadar air seresah, yaitu sisa bahan organik seperti daun dan ranting yang jatuh ke lantai hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar air seresah pohon sengon (Paraserianthes falcataria) dan menganalisis hubungannya terhadap potensi kebakaran di kawasan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI) Banjarbaru. Pengambilan sampel dilakukan secara acak di 20 plot pada lahan seluas 1 hektar. Masing-masing sampel seresah diukur berat basah dan keringnya, lalu dihitung kadar air menggunakan metode pengeringan oven pada suhu 105°C selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan kadar air seresah berkisar antara 16,45% hingga 23% dengan rata-rata 19,70%. Berdasarkan standar dari Dephutbun (1999), kadar air <30% tergolong rawan kebakaran, sehingga kondisi di TH2TI termasuk dalam kategori rentan. Selain itu, suhu rata-rata di lokasi penelitian adalah 31,55°C dan kelembaban relatif 62%, yang berkontribusi terhadap penurunan kadar air seresah. Hasil ini menunjukkan bahwa seresah sengon berpotensi menjadi pemicu kebakaran bila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, pemantauan kadar air seresah secara berkala, manajemen vegetasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat menjadi strategi penting dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam perumusan kebijakan konservasi dan pengelolaan hutan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI