DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENDEKATAN KONEKTIVITAS HIDROLOGI UNTUK PENILAIAN KEBERLANJUTAN DAN PENGEMBANGAN MODEL PENGELOLAAN DANAU PASCATAMBANG
PENGARANG:DIDIK TRIWIBOWO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-20


Penelitian disertasi ini bertujuan untuk mengembangkan pendekatan konektivitas hidrologi dalam mengevaluasi keberlanjutan dan mengembangkan model pengelolaan danau pascatambang, dengan studi kasus Danau Pascatambang Paringin di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Operasi pertambangan batubara terbuka mengubah bentang lahan secara signifikan, menghasilkan lubang bekas tambang (void) yang kemudian terisi air dari limpasan permukaan, air tanah, atau aliran sungai yang direkayasa, membentuk danau pascatambang. Studi ini mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi melalui pendekatan berbasis bentang lahan pascatambang yang terhubung secara hidrologi antara area reklamasi (catchment area) dan danau pascatambang serta area hilir. Dalam konteks ini, tujuan utama penelitian adalah untuk memahami bagaimana konektivitas hidrologi, karakteristik biogeofisik catchment area, serta dinamika air berkontribusi terhadap keberlanjutan danau pascatambang, serta mengembangkan sistem penilaian keberlanjutan yang dapat diimplementasikan di kawasan pascatambang.

Metode penelitian melibatkan pengumpulan data primer dan sekunder, monitoring debit inflow dan outflow, analisis geokimia material tanah catchment area, analisis kualitas air danau, serta evaluasi tutupan vegetasi menggunakan data penginderaan jauh (NDVI  ). Model hidrologi NRECA dan FJ MOCK digunakan untuk analisis inflow dari cacthment area ke Danau Pascatambang Paringin. Hasilnya dikalibrasi menggunakan data monitoring aktual, dan hasil uji statistik menunjukkan bahwa model ini cukup akurat dalam merepresentasikan fluktuasi inflow bulanan, sehingga dapat diandalkan untuk diterapkan di wilayah lain dengan iklim tropis serupa. Selain itu, dilakukan analisis terhadap regulasi reklamasi untuk merancang indikator keberlanjutan SPLS. Validasi awal SPLS dilakukan melalui penerapan sistem skor pada Danau Pascatambang Paringin, dengan rencana ke depan melibatkan uji validitas dan reliabilitas melalui metode expert judgement.

Hasil analisis menunjukkan bahwa area reklamasi Paringin sebagai catchment area memiliki kondisi biogeofisik yang mendukung infiltrasi dan kestabilan air. Material timbunan tanah di catchment area tergolong Non-Acid Forming (NAF), terbukti dari pH air danau yang netral dan tidak terdapat potensi pembentukan air asam tambang (AAT). Kondisi ini sangat penting untuk menjaga kualitas air danau jangka panjang. Namun, dari analisis tutupan vegetasi, masih ada tanpa tutupan vegetasi (jalan angkut batubara yang masih aktif) yang berkontribusi terhadap peningkatan erosi dan sedimentasi ke dalam danau. Hal ini memperkuat adanya konektivitas hidrologi antara catchment area dan danau, di mana air hujan membawa material erosi menuju badan air. Selain itu, tutupan vegetasi yang didominasi tanaman fast-growing yang berumur panjang berpotensi terjadinya degradasi kualitas tutupan vegetasi di masa depan. Untuk itu, penting untuk menjaga keberlanjutan tutupan vegetasi, khususnya dengan memastikan sebaran tanaman lokal berumur panjang yang merata di catchment area. Lebih lanjut, diperlukan perbaikan terhadap implementasi kriteria keberhasilan reklamasi sesuai Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018. Kriteria keberhasilan reklamasi tidak cukup hanya berdasarkan kerapatan tutupan tajuk dalam jangka pendek, namun perlu memastikan keberlanjutan vegetasi melalui komposisi tanaman lokal berumur panjang yang mampu mempertahankan ekosistem catchment area. Penilaian kembali reklamasi (multi-tier assesment) perlu dilakukan saat fase penyerahan lahan dari perusahaan kepada pemerintah, mengingat umur operasional tambang yang panjang (>20 tahun) dapat menyebabkan perubahan kondisi vegetasi. Sebagai inovasi, penelitian ini mengembangkan instrumen Sustainable Pit Lake Score (SPLS), sebuah sistem kuantitatif untuk menilai keberlanjutan danau pascatambang dari aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. SPLS diterapkan untuk menilai keberlanjutan Danau Pascatambang Paringin sebagai percontohan dan menghasilkan skor 68, menunjukkan bahwa secara umum aspek lingkungan telah tercapai dengan baik, meskipun masih terdapat peluang peningkatan pada aspek sosial dan ekonomi, seperti pengembangan budidaya ikan air tawar dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Validasi SPLS ke depan akan dilakukan dengan metode tinjauan ahli (expert judgement) melibatkan regulator, praktisi industri, dan akademisi. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa konektivitas hidrologi harus dipertimbangkan dalam pengelolaan dan penilaian keberlanjutan danau pascatambang. Pendekatan ini menghasilkan model konseptual yang komprehensif, mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi. Selain itu, penting untuk menerapkan prinsip-prinsip reklamasi berkelanjutan dengan fokus pada tutupan vegetasi jangka panjang di catchment area untuk mendukung keberlanjutan ekosistem danau pascatambang.

 

Kata Kunci: Tambang Batubara, Pascatambang, Danau Pascatambang, Hidrologi, Keberlanjutan 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI