DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | “PERSPEKTIF KELOMPOK DAN AKTIVIS PEREMPUAN TENTANG REPRESENTASI POLITIK PEREMPUAN (STUDI PADA PENCALONAN ANGGOTA DPRD KOTA BANJARMASIN PEMILU TAHUN 2024-2029)” | |
| PENGARANG | : | DEWI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-20 |
ABSTRAK
Dewi. 2024. Persfektif Kelompok dan Aktivis Perempuan Tentang Representasi Calon Legislatif Perempuan pada Pencalonan Anggota DPRD Kota Banjarmasin Pemilu Tahun 2024-2029. Skripsi, Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. (Dibimbing oleh Varinia Pura Damaiyanti).
Kurangnya pengakuan terhadap peran perempuan dalam politik terlihat dari minimnya perhatian terhadap isu-isu perempuan dalam proses pembangunan. Hal ini disebabkan oleh belum optimalnya penerapan konsep gender dalam kebijakan pembangunan yang masih dipengaruhi oleh tradisi, norma, dan aturan yang memperkuat ketidaksetaraan gender. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menganalisis pendapat kelompok serta aktivis perempuan mengenai kuantitas dan kualitas calon legislatif perempuan untuk DPRD Kota Banjarmasin tahun 2024, serta mengungkapkan suara mereka tentang keterwakilan perempuan di DPRD periode 2024-2029. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi tidak terstruktur, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini mengungkap bahwa meskipun persentase perempuan dalam calon legislatif terpenuhi, banyak calon legislatif perempuan hanya dipilih untuk memenuhi kuota tanpa pemahaman mendalam atau komitmen kuat terhadap isu-isu perempuan. Dengan menggunakan teori feminisme liberal yang dirumuskan oleh Mary wollstonecrat, penelitian ini secara kritis menekankan kesetaraan hak dan kesempatan menuntut reformasi sistemik untuk mengatasi ketidaksetaraan gender dan memastikan hak serta kebebasan individu perempuan. Selain itu, melalui teori representasi politikoleh Hanna Pitkin, penelitian ini menyoroti bahwa perempuan di posisi politik tidak cukup, mereka harus secara aktif memperjuangkan kepentingan perempuan untuk mencapai representasi yang efektif. Peneliti berharap partai politik perlu melakukan pengkaderan sejak dini, fokus pada kualitas dan kapasistas mereka, bukan sekadar memenuhi kuota. Agar mereka memiliki keterampilan untuk memperjuangkan hak dan keadilan gender.
Kata Kunci: Persfektif Perempuan, Representasi Politik Perempuan, DPRD
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI