DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | GAMBARAN TINGGI DAN LEBAR SINUS MAKSILARIS PADA PASIEN PARTIAL EDENTULOUS DAN FULL EDENTULOUS (Tinjauan Menggunakan Radiograf Panoramik di RSUD Ulin Banjarmasin dan RSGM Gusti Hasan Aman Banjarmasin Periode 2020-2024) | |
| PENGARANG | : | ANANDA PUTRI LATIFAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-21 |
Latar Belakang: Kehilangan gigi, baik sebagian (partial edentulous) maupun secarakeseluruhan(fulledentulous),dapatmenyebabkanperubahandimensisinus maksilaris. Salah satu perubahan yang sering terjadi adalah pneumatisasi sinus maksilaris, yaitu proses perluasan sinus ke struktur anatomi sekitar yang dapat memengaruhi tinggi tulang alveolar ridge dan ukuran sinus. Perubahan tersebut dapat diamati melalui pemeriksaan radiograf panoramik. Tujuan: Mengetahui gambaran tinggidanlebarsinusmaksilarispadapasien partialedentulous danfull edentulous menggunakan radiograf panoramik di RSUD Ulin dan RSGM Gusti Hasan Aman Banjarmasin. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif,menggunakanmetodecross-sectional,danmelibatkan105sampelyang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian adalah arsip radiograf panoramik digital pasien RSUD Ulin dan RSGM Gusti Hasan Aman Banjarmasin yang berusia 21-80 tahun yang telah direkap di Instalasi Radiologi. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata tinggisinusmaksilaristertinggiterdapatpadapasienfulledentuloussebesar32,840
± 5,652 mm, sedangkan rata-rata terendah ditemukan pada pasien partial edentulous klasifikasi Kennedy kelas IV sebesar 30,736 ± 5,479 mm. Rata-rata lebar sinus maksilaris terbesar terdapat pada pasien partial edentulous klasifikasi Kennedy kelas I sebesar 35,905 ± 6,576 mm, sedangkan rata-rata lebar terkecil ditemukan pada pasien full edentulous sebesar 31,911 ± 6,342 mm. Kesimpulan: Tinggi sinus maksilaris rata-rata tertinggi ditemukan pada pasien full edentulous, sedangkan rata-rata tertinggi lebar sinus maksilaris terdapat pada pasien partial edentulous dengan klasifikasi Kennedy kelas I. Sebaliknya, rata-rata tinggi sinus maksilaris terendah ditemukan pada pasien partial edentulous dengan klasifikasi Kennedy kelas IV, dan rata-rata lebar sinus maksilaris terkecil ditemukan pada pasien full edentulous.
Katakunci:SinusMaksilaris,KehilanganGigi,KlasifikasiKennedy,Pneumatisasi Sinus, Radiografi Panoramik
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI