DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pengaruh Pengetahuan Politik Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Terhadap Perilaku Politiknya di Media Sosial TikTok Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalimantan Selatan Tahun 2024 | |
| PENGARANG | : | NURLAILATUL RAMADHANTI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-23 |
Pengetahuan politik merupakan komponen penting dalam memahami sistem politik yang memengaruhi opini dan perilaku politik seseorang. TikTok saat ini menjadi salah satu bentuk media yang paling populer, TikTok menjadi wadah yang signifikan bagi mahasiswa untuk mengekspresikan pandangan politiknya, dengan 124,6 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia, di mana 73% berusia 18-24 tahun yang termasuk dalam kategori pemilih pemula. Dari 3.041.499 pemilih tetap pada Pilkada Kalimantan Selatan 2024, sekitar 23% adalah pemilih pemula. Namun, KemenPPPA melaporkan bahwa banyak mahasiswa memiliki pengetahuan politik yang kurang memadai, yang menyebabkan sikap apatis terhadap politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku politik mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Angkatan 2024 di media sosial TikTok pada Pilkada Kalimantan Selatan 2024, serta mengetahui pengaruh pengetahuan politik terhadap perilaku politik mereka di media sosial TikTok.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Data yang diperoleh di analisis menggunakan program SPSS versi 29 dan dikumpulkan melalui kuesioner skala likert dan wawancara. Wawancara dilakukan hanya dengan 3 orang responden yang digunakan hanya untuk memperkuat hipotesis yang diajukan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan (0,003 < 0,05) dan positif (3,094 > 1,664) antara pengetahuan politik dengan perilaku politik mahasiswa PPKn FKIP ULM angkatan 2024 di media sosial TikTok pada Pilkada Kalsel 2024. Artinya semakin tinggi pengetahuan politik mahasiswa, maka semakin aktif pula mereka dalam berdiskusi dan menyebarkan informasi politik. Meskipun pengaruhnya relatif rendah (10,7%), yang berarti masih ada 89,3% faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan literasi politik di kalangan mahasiswa, peningkatan perilaku mahasiswa untuk lebih aktif dalam diskusi politik di media sosial, dan potensi media sosial sebagai sarana yang efektif untuk meningkatkan partisipasi politik generasi muda.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI