DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Kemampuan Serbuk Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) Dalam Menekan Serangan Nematoda Puru Akar (Meloidogyne Spp.) Pada Tanaman Seledri.
PENGARANG:MARIA YULIANA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-23


Tanaman Seledri (Apium Graveolens L.) merupakan sayuran berdaun penting yang mempunyai nilai ekspor. Tanaman ini merupakan tanaman terpenting kedua dari jenis tanaman rempah setelah selada dalam hal popularitas dan nilainya. Tanaman Seledri (Apium graveolens L.)sebagian besar dibudidayakan di daerah Kalimantan Selatan berlimpah. Kendaladalam budidaya tanaman sayuran seledri pada wilayah Kalimantan Selatan yaitunematoda puru akar (Melidogyne Spp.) yang menyerang tanaman seledri sangat tinggi populasinya. Tanaman yang terserang Meloidogyne spp. daunnya mengalami klorosis, tanaman kerdil, daunnya layu, akar lebih sedikit dan bila tanaman yang terserang parah maka tanaman yang terserang akan mati. oleh karena itu perlu dicari alternatif cara pengendalian yang ramah lingkungan. Agar mengurangi penggunaan pestisida kimia untuk mengendalikan penyakit yang dapat berdampak ekosistem dilingkungan pertanian.Salah satu alternatif dalam menekan Nematoda Puru Akar (Meloidogyne spp.) dengan menggunakan Pestisida Nabati dari daun Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) dapat digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan serbuk daun nangka dalam menekan serangan nematoda puru akar (Meloidogyne spp.) pada tanaman seledri. Penelitian ini menggunakan metodeRancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu perlakuan dengan 500 telur Meloidogyne spp. (kontrol) dan 4 perlakuan dengan serbuk daun Nangka yaitu 500 telur Meloidogyne spp. + 25 gram serbuk daun Nangka  (P1) 500 telur Meloidogyne spp. + 50 gram serbuk daun Nangka  (P2) 500 telur Meloidogyne spp. + 75 gram serbuk daun Nangka  (P3)  500 telur Meloidogyne spp. + 100 gram serbuk daun Nangka  (P4). Hasil dari penelitian ini  menunjukkan bahwa serbuk daun Nangka 100 gram (P4) dapat menekan keparahan penyakit dan jumlah rata-rata populasi NPA. Keparahan penyakit tertinggi ditemukan pada tanaman (K0) 38.80% dan persentase tserendah pada tanaman perlakuan (P4) sebesar 12.50%. Populasi NPA tertinggi ditemukan pada tanaman (P1) 427.25 ekor dan populasi terendah pada tanaman( P4 )199.875 ekor.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI