DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PEMENUHAN HAK LANSIA DI DESA PERINTIS RAYA KECAMATAN TAPIN UTARA KABUPATEN TAPIN : SEBUAH ANALISIS KAJIAN KEWARGANEGARAAN SOSIAL
PENGARANG:SITI FAIZAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-24


Siti Faizah. 2025. Pemenuhan Hak Lansia di Desa Perintis Raya, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin : Sebuah Analisis Kajian Kewarganegaraan Sosial. Skripsi. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Zainul Akhyar.

Kata Kunci: hak lansia, kewarganegaraan sosial, partisipasi masyarakat, kesejahteraan lansia, Desa Perintis Raya.

Penelitian ini berfokus pada pemenuhan hak lansia di Desa Perintis Raya, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, dalam perspektif kewarganegaraan sosial. Lansia memiliki hak untuk hidup sejahtera dengan mendapatkan akses yang layak terhadap layanan kesehatan, pendidikan, pekerjaan, sarana dan prasarana, bantuan hukum, perlindungan sosial, serta bantuan sosial. Namun, dalam praktiknya, masih terdapat berbagai kendala yang menghambat pemenuhan hakhak tersebut, seperti kurangnya fasilitas yang ramah lansia, keterbatasan program khusus, serta rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung kesejahteraan lansia.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan utama, yaitu aparat desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta lansia di Desa Perintis Raya. Data yang dikumpulkan, dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya pengujian keabsahan data, melalui perpanjangan pengamatan, menggunakan bahan referensi, triangulasi yang berupa triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta member check.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan hak lansia di Desa Perintis Raya telah berjalan cukup baik, terutama dalam layanan kesehatan, bantuan sosial, perlindungan hukum, dan kegiatan keagamaan. Namun, masih terdapat kendala seperti kurangnya program keterampilan, fasilitas ramah lansia, serta rendahnya partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda. Untuk mewujudkan kesejahteraan lansia secara menyeluruh, dibutuhkan peningkatan program pemberdayaan, perluasan bantuan sosial, dan pembangunan infrastruktur inklusif. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga sangat penting agar lansia dapat hidup aman, bermartabat, dan tetap berperan dalam kehidupan sosial.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk pihak desa untuk mengadakan program edukasi berkala mengenai hak-hak lansia dan kepala desa dan pihak-pihak terkait disarankan untuk lebih aktif dalam melakukan pendataan dan pemetaan mengenai kondisi lansia di desa.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI