DIGITAL LIBRARY



JUDUL:EKSISTENSI CIVIC CULTURE MELALUI TRADISI 'MAHUMBAL' SEBAGAI WUJUD KEARIFAN LOKAL DI KECAMATAN LOKSADO, KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN
PENGARANG:HALWA NIDAIN NAJAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-24


ABSTRAK

Halwa Nidain Najah. 2025. Eksistensi Civic Culture Melalui Tradisi ‘Mahumbal’ Sebagai Wujud Kearifan Lokal Di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing (1) Wahyu.

Kata Kunci: Eksistensi, Civic Culture, Kearifan Lokal, Mahumbal

Perkembangan tradisi Mahumbal perlu dijaga eksistensinya sehingga tradisi dan budaya masyarakat Loksado tetap menjadi kearifan lokal kebanggaan masyarakat tersebut dan tetap berfungsi dengan baik di tengah tengah masyarakat dan perkembangan globalisasi, sehingga akan semakin di kenal oleh generasi berikutnya dan masyarakat global dari tahun ke tahun. Masalah pokok dalam penelitian ini, yaitu masih banyak ditemukan pada masyarakat lokal karena kurangnya eksistensi dari masyarakat dalam mengembangkan tradisi, serta kurangnya pemahaman dan apresiasi makna dan nilai-nilai yang terkandung. Tujuannya adalah agar para generasi-generasi selanjutnya mengetahui kebudayaan lokal dan tradisi yang kita miliki selama ini sangatlah beragam dan menarik. Metode dalam penilitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penilitian ini, yaitu menggunakan teknik Purposive Sampling, dengan informan dari Dinas terkait, Sekertaris Desa, dan Masyarakat Loksado. Teknik analisis data dilakukan dengan tahap pemilihan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat pada Eksistensi civic culture melalui tradisi mahumbal sebagai wujud kearifan lokal di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan : (1) Pelaksanaan tradisi mahumbal sudah cukup baik, hal itu dilihat dari pelaksanaan mahumbal masyarakat dapat berpartisipasi aktif dengan kegiatan tersebut. (2) Faktor yang menjadi hambatan dalam pelaksaan tradisi mahumbal dilihat dari kurang nya pemahaman masyarakat nilai civic culture yang terkandung pada tradisi mahumbal dalam memperkaya tradisi mahumbal agar dikenal banyak orang. (3) Kepedulian masyarakat pada tradisi mahumbal dapat dilihat dari pelaksanaan mahumbal yang bagaimana masyarakat dapat menjaga, melestarikan serta memperkenalkan budayanya. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar berkolaborasi dengan desa lain, membuka pembelajaran khusus pada masyarakat, berpartisipasi aktif, dan PEMDA lebih memperhatikan kebudayaan dan kearifan lokal di Kecamatan Loksado.  

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI