DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERNIKAHAN ENDOGAMI PADA ORMAS KEAGAMAAN DI KOTA BANJARBARU | |
| PENGARANG | : | ERISA NUR FAHMA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-26 |
Erisa Nur Fahma. 2025. Konstruksi Sosial Pernikahan Endogami oleh Ormas LDII di Kota Banjarbaru. Skripsi, Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat. (Dibimbing oleh Dimas Asto Aji An’amta).
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pernikahan endogami dalam ormas Islam LDII yang masih terus dipertahankan sebagai norma di tengah perubahan masyarakat yang semakin terbuka. Praktik ini bukan hanya sekadar pilihan individu tetapi telah menjadi bagian dari sistem sosial yang mengakar dalam organisasi LDII. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana praktik pernikahan endogami mengakar pada ormas LDII di Kota Banjarbaru serta faktor-faktor yang memperkuat keberlangsungannya. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Metode penelitian kualitatif melalui pendekatan fenomenologi dengan teknik pengumpulan data observasi partisipasi moderat, wawancara semiterstruktur dan dokumentasi. Analisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yaitu melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa adanya konstruksi sosial terhadap pernikahan endogami terbentuk melalui tiga proses: (1) eksternalisasi, di mana nilai-nilai pernikahan endogami disosialisasikan dalam pengajian, nasehat mubaligh, serta forum-forum keagamaan lainnya; (2) objektifikasi, ajaran tersebut melembaga dan diterima sebagai realitas sosial yang wajar dan harus dipatuhi oleh jama’ahnya dengan diperkuat oleh adanya Tim Perkawinan; dan (3) internalisasi, yaitu individu menghayati nilai tersebut sebagai bagian dari identitas keagamaan dan moralnya. Praktik ini dipengaruhi oleh faktor orang tua, peran mubaligh, kepatuhan terhadap norma organisasi, serta interaksi sosial antaranggota yang membentuk kesadaran kolektif untuk mempertahankan praktik ini dari generasi ke generasi. Secara keseluruhan, praktik pernikahan endogami pada ormas LDII di Kota Banjarbaru menjadi salah satu strategi dalam mempertahankan eksistensi dan menjaga kesatuan ideologis organisasi di tengah dinamika sosial masyarakat yang terus berubah. Temuan ini diharapkan menjadi referensi bagi studi-studi selanjutnya dalam kajian sosiologi agama dan sosiologi keluarga, khususnya terkait praktik pernikahan dalam organisasi keagamaan di Indonesia.
Kata kunci: Organisasi Islam LDII, Pernikahan Endogami, Konstruksi Sosial.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI