DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EKSISTENSI CIVIC CULTURE DALAM PELESTARIAN ANYAMAN TIKAR PURUN (STUDI KASUS KELURAHAN ULU BENTENG KECAMATAN MARABAHAN KABUPATEN BARITO KUALA) | |
| PENGARANG | : | TALITA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-27 |
Abstrak
Permasalahan utama penelitian ini adalah civic culture dalam pelestarian anyaman tikar purun yang masih belum dilestarikan dengan optimal oleh masyarakat. Sejalan dengan data hasil observasi awal bahwa realitanya tidak semua masyarakat mengetahui apalagi mempergunakan anyaman tikar purun dalam keperluan kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai ekonomi dan nilai sosial dalam pelestarian anyaman tikar purun di Kelurahan Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan pada tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian yang dicapai pada masyarakat Kelurahan Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala: (1). Nilai ekonomi dalam pelestarian anyaman tikar purun di Kelurahan Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala cukup memberikan pengaruh yang positif. Melalui pemanfaatan sumber daya alam yaitu tanaman purun yang diolah menjadi industri kerajinan, terbukti dapat menambah sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat. (2). Nilai Sosial Dalam Pelestarian Anyaman Tikar Purun di Kelurahan Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala cukup memberikan memberikan dampak sosial yang positif. Adanya kerajinan anyaman tikar purun terbukti dapat mempererat hubungan kerjasama antar masyarakat, Salah satu nilai sosial yang tampak terlihat adalah gotong royong untuk menghasilkan produkproduk dengan lebih variatif dan menarik.
Disarankan yang dapat diberikan: (1) Pengembangan pelatihan dan pemasaran produk, yaitu pemerintah mengadakan pelatihan teknik produksi dan inovasi desain bagi pengrajin serta memperluas pemasaran melalui platform online dan pameran lokal untuk meningkatkan nilai ekonomi kerajinan tikar purun. (2). Peningkatan kerjasama komunitas dan kegiatan sosial, yaitu masyarakat perlu didorong untuk aktif dalam kegiatan gotong royong, seperti workshop bersama atau festival kerajinan, guna mempererat hubungan sosial sekaligus meningkatkan kualitas produk anyaman tikar purun.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI