DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Dampak Kebakaran Hutan terhadap Keberadaan Flora dan Fauna di Kawasan Hutan Lindung Blok I Liang Anggang Kalimantan Selatan | |
| PENGARANG | : | JULI RAMA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-31 |
JULI RAMA. 2025. “Dampak Kebakaran Hutan terhadap Keberadaan Flora dan Fauna di Kawasan Hutan Lindung Blok I Liang Anggang Kalimantan Selatan”. Tesis. Program Studi Magister Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Dr. H. Abdi Fithria, S.Hut., M.P. dan Dr. Trisnu Satriadi, S.Hut., M.P.
Kata kunci: Dampak Kebakaran Hutan, Keberadaan Flora dan Fauna, Hutan Lindung, Liang Anggang
Pada tahun 1996 dikeluarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 434/Kpts-II/1996 tanggal 16 Agustus 1996 tentang Penetapan Status Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang dengan luasan yang sama saat pelaksanaan tata batas pada Tahun 1990, yaitu Blok I = 960 ha dan Blok II = 1.290 ha.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dampak kebakaran hutan terhadap keragaman dan struktur komunitas flora di Hutan Lindung, termasuk jenis-jenis yang terdampak secara signifikan, mengidentifikasi pengaruh kebakaran terhadap berkurangnya jumlah spesies satwa yang ditemui, khususnya spesies endemik dan dilindungi, dan memberikan rekomendasi strategis untuk mitigasi kebakaran serta langkah-langkah konservasi yang perlu dilakukan. Prosedur penelitian ini meliputi kegiatan penentuan jenis data penelitian, teknik pengumpulan data, dan analisis data. Pengumpulan data pada penelitian ini didapatkan dari semua jenis vegetasi dari empat tingkat pertumbuhan. Dampak kebakaran hutan terhadap keragaman dan struktur komunitas flora di Hutan Lindung Liang Anggang adalah berkurangnya jumlah spesies yang tumbuh setelah terjadinya kebakaran, seperti jenis vegetasi berkayu sebelum kebakaran berjumlah 25 jenis, setelah kebakaran hanya tersisa 6 jenis dan jenis vegetasi perdu, herba, rumput sebelum kebakaran berjumlah 10 jenis, setelah kebakaran tersisa 5 jenis. Pengaruh kebakaran terhadap jumlah spesies satwa yang hidup di lokasi penelitian diketahui bahwa pada tahun 2020 hingga 2023, satwa mengalami penurunan spesies dan populasi yang drastis. Pada spesies burung pada tahun 2020 memiliki 40 spesies, tahun 2023 berkurang hingga 15 spesies. Pada tahun 2020, terdapat 10 jenis mamalia dan pada tahun 2023 hanya tersisa 5 jenis. Pada tahun 2020, ditemukan 5 spesies amfibi dan pada tahun 2023 hanya tersisa 2 spesies. Rekomendasi strategis yang dapat dilakukan untuk mitigasi kebakaran hutan dan lahan adalah melakukan patroli secara rutin, membuat kanal-kanal air, melakukan rehabilitasi lahan, dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Langkah-langkah konservasi yang dapat dilakukan yaitu melakukan revegetasi jenis yang cocok dan membuat demplot pengelolaan agroforestri lahan gambut.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI