DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PEMBUATAN ARANG AKTIF DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA MURASHIGE-SKOOG UNTUK KULTUR JARINGAN PISANG KEPOK
PENGARANG:ANIDA NORSYIFA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-06-02


Kalimantan memiliki hutan luas dengan pohon gelam yang menghasilkan limbah gergajian yang belum terkelola dengan baik. Limbah ini dapat diolah menjadi karbon aktif melalui pirolisis dan aktivasi refluks untuk digunakan dalam media kultur jaringan MS (Murashige-Skoog). Belum banyak penulis yang menganalisis karakteristik karbon dari limbah kayu gelam sebelum dan sesudah aktivasi. Juga belum banyak yang mengevaluasi efektivitas karbon sebagai substitusi karbon aktif dalam perbanyakan pisang kepok.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik karbon dari limbah kayu gelam sebelum dan sesudah aktivasi serta mengevaluasi efektivitasnya sebagai substitusi karbon aktif dalam media kultur jaringan MS. Pengujian dilakukan dengan membandingkan pertumbuhan eksplan pisang kepok berdasarkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, dan panjang akar. Hasil penelitian diharapkan dapat mengurangi limbah kayu gelam dengan memanfaatkannya sebagai karbon aktif dalam kultur jaringan.

Penelitian ini berlangsung selama 10 minggu di Laboratorium Kultur Jaringan UPTD Balai Benih TPH Kabupaten Banjar. Analisis arang meliputi daya serap, luas permukaan, dan gugus fungsi di Universitas Lambung Mangkurat menggunakan Spektrofotometer UV-Vis, Surface Area Analizer (SAA) dan Fourier Transform Infrared (FT-IR). Karbon aktif dari limbah kayu gelam dibuat melalui pirolisis dan aktivasi refluks, kemudian diuji karakteristiknya serta diaplikasikan dalam media kultur jaringan MS sebagai substitusi karbon aktif komersial. Pertumbuhan eksplan pisang kepok diamati berdasarkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, dan panjang akar, lalu dianalisis menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivasi arang dari limbah kayu gelam secara signifikan meningkatkan daya serap terhadap iodium dan metilen biru, serta memperbesar luas permukaan dan volume pori dibandingkan dengan arang sebelum aktivasi. Aktivasi karbon memacu pembentukan gugus fosfat yang selanjutnya meningkatkan kapasitas penyerapan karbon. Arang aktif hasil aktivasi memiliki kualitas lebih baik dibandingkan arang yang digunakan di Laboratorium Kultur Jaringan UPTD Balai Benih TPH Kabupaten Banjar. Pengujian substitusi karbon aktif dalam media kultur jaringan MS menunjukkan bahwa beberapa perlakuan berpengaruh signifikan terhadap panjang tanaman, panjang akar, dan berat basah eksplan pisang kepok, meskipun tidak memberikan perbedaan signifikan pada jumlah daun. Hasil ini mengindikasikan bahwa karbon aktif dari limbah kayu gelam memiliki potensi sebagai alternatif pengganti karbon aktif komersial dalam perbanyakan kultur jaringan tanaman.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI