DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH PERMAINAN KELERENG LABIRN (KELBIN) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONSENTRASI PADA ANAK AUTIS KELAS 1 SDN INTI TELUK DALAM 1 BANJARMASIN
PENGARANG:DEWI ANTIKA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2019-05-06


ABSTRAK

Dewi Antika, A1F115005. Pengaruh Permainan Kelereng Labirin (KELBIN) dalam Meningkatkan Kemampuan Konsentrasi pada Anak Autis Kelas 1 SDN Inti Teluk Dalam 1 Banjarmasin. Skripsi Program Starata-1 Pendidikan Khusus, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing I Bapak Dr. H. Zulkifli, M.Pd, dan dosen Pembimbing II Ibu Dewi Ratih Rapisa, M.Pd.

 

Kata Kunci: Permainan Kelereng Labirin (KELBIN), Konsentrasi Anak Autis

 

Pada Penelitian ini terdapat anak dengan gangguan autis mengalami keterlambatan dalam aspek kognitifnya, diantaranya berdampak pada terjadinya gangguan konsentrasi. Gangguan konsentrasi ini berdampak sangat besar terutama pada proses pembelajaran disekolah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah anak autis sulit sekali berkonsentrasi pada saat  pembelajaran terlihat dari anak yang selalu tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan kelereng labirin (KELBIN) dalam meningkatkan kemampuan konsentrasi pada anak autis kelas 1 SDN Inti Teluk Dalam 1 Banjarmasin.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif  karena data yang disajikan berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Penelitian ini menggunakan metode Single Subject Research (SSR) karena hanya terfokus pada satu subjek saja. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah A-B-A. Anak dalam penelitian ini merupakan satu orang anak autis. Sistem pencatatan data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif yang sederhana sebab dalam penelitian dengan desain kasus tunggal terfokus pada data individu dari pada data kelompok.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan kelereng labirin (KELBIN) dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi anak autis. Hal ini terbukti pada fase baseline 1 (A1) adalah 2 menit 38 detik sampai 2 menit 21 detik dan mean level ialah 2 menit 30 detik, pada fase intervensi (B) mengalami peningkatan durasi waktu yang berkisar 3 menit 25 detik  sampai 5 menit 28 detik dan mean level ialah 4 menit 84 detik, kemudian pada fase baseline 2 (A2) konsentrasi anak autis setelah di intervensi berkisar 6 menit sampai menit 78 detik dan mean level ialah 6 menit 42 detik.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI