DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EFEKTIVITAS ENKAPSULASI Bacillus pseudomycoides DENGAN BERBAGAI JENIS POLIMER UNTUK MENEKAN PENYAKIT MOLER (Fusarium oxysporum) SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH DI LAHAN GAMBUT | |
| PENGARANG | : | NISA KAMILAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-03 |
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis polimer enkapsulasi Bacillus pseudomycoides yang terbaik dalam menekan penyakit moler dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah di lahan gambut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-November 2024, di lahan gambut Banjarbaru Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 10 perlakuan. Perlakuan yang diuji adalah kontrol tanaman sehat, kontrol tanaman sakit, aplikasi B. pseudomycoides kocor dan dengan enkapsulasi menggunakan alginat, clay, susu skim, alginat+clay, alginat+susu skim, clay+susu skim dan alginat+clay+susu skim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan polimer untuk enkapsulasi B. pseudomycoides yang dapat memperpanjang masa inkubasi penyakit moler adalah seluruh penggunaan bahan polimer tunggal alginat, clay, susu skim dan kombinasinya. Bahan polimer yang paling efektif untuk menurunkan persentase kejadian penyakit moler adalah perlakuan enkapsulasi dengan bahan polimer clay dengan persentase kejadian sebesar 20,00% dan kombinasi clay + susu skim sebesar 10,00%. Dengan persentase kejadian penyakit yang rendah, pertumbuhan tanaman bawang merah yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan pada kedua perlakuan tersebut juga memiliki hasil yang paling baik, kecuali pada jumlah daun pada perlakuan polimer tanah liat+susu skim. Pertumbuhan tanaman yang optimal dapat meningkatkan hasil produksi bawang merah, dimana perlakuan tunggal clay memiliki hasil 10,86 t ha-1.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI