DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KONSTRUKSI SOSIAL PARTISIPASI MASYARAKAT ADAT DAYAK DEAH DALAM PENGAWASAN DANA DESA DI DESA PANGELAK KECAMATAN UPAU KABUPATEN TABALONG | |
| PENGARANG | : | RULI ANANDA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-04 |
RINGKASAN
Ruli Ananda. 2024. Konstruksi Sosial Partisipasi Masyarakat Adat Dayak Deah dalam Pengawasan Dana Desa di Desa Pangelak Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. Budi Suryadi, Deasy Arisanty, Muhammad Rusmin Nuryadin.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi sosial partisipasi masyarakat adat Dayak Deah dalam pengawasan dana desa di Desa Pengelak, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok fokus dengan berbagai pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi sosial partisipasi masyarakat adat Dayak Deah dalam pengawasan dana desa tergolong cukup baik dan dapat dikategorikan sebagai berikut: Identitas dan Budaya Lokal: Partisipasi masyarakat adat Dayak Deah tercermin dari nilai-nilai budaya dan identitas lokal mereka. Konstruksi ini mencakup cara pandang mereka terhadap tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan dan pembangunan desa. Peran Tradisi dalam Pengawasan: Budaya dan tradisi lokal seperti adat istiadat dan sistem nilai turut mempengaruhi bagaimana masyarakat terlibat dalam pengawasan dana desa. Misalnya, nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang kuat dapat menjadi landasan bagi partisipasi mereka. Struktur Sosial dan Kelembagaan: Konstruksi sosial ini juga mencakup bagaimana struktur sosial tradisional masyarakat Dayak Deah, seperti struktur kelembagaan adat atau struktur kepemimpinan lokal, berperan dalam memfasilitasi atau menghambat partisipasi mereka dalam pengawasan dana desa. Pola Interaksi dan Komunikasi: Cara masyarakat adat Dayak Deah berinteraksi dan berkomunikasi, baik antar anggota masyarakat maupun dengan pemerintah desa dan lembaga terkait, juga memengaruhi tingkat dan jenis partisipasi mereka dalam pengawasan dana desa. Pendidikan dan Pengetahuan Lokal: Tingkat pendidikan dan pengetahuan lokal masyarakat adat Dayak Deah dalam hal proses pengawasan dana desa turut menentukan sejauh mana mereka dapat terlibat secara efektif dalam pengawasan tersebut. kesimpulannya partisipasi masyarakat adat Dayak Deah dalam pengawasan dana desa di Desa Pengelak terbangun dari konstruksi sosial yang kompleks, dipengaruhi oleh identitas budaya, tradisi, struktur sosial, pola komunikasi, dan pendidikan. Memahami konstruksi ini penting untuk merumuskan strategi pemberdayaan dan meningkatkan partisipasi mereka secara berkelanjutan. Adapun Novelty dari penelitian ini adalah : 1. Adanya nilai kebersamaan dan ke gotong royongan yang cukup tinggi di dalam kehidupan sosial masyarakat Adat yang bernama Pakat Maeh. 2. Masyarakat Adat Dayak Deah tidak terlalu kritis dan lugas dalam menyampaikan pendapat di muka umum. 3. Suka menerima apa adanya.
SUMMARY
Ruli Ananda. 2024. Social Construction of Dayak Deah Indigenous People's Participation in the Supervision of Village Funds in Pangelak Village, Upau District, Tabalong Regency. Budi Suryadi, Deasy Arisanty, Muhammad Rusmin Nuryadin.
This study aims to analyze the social construction of Dayak Deah indigenous people's participation in the supervision of village funds in Pengelak Village, Upau District, Tabalong Regency. This research used qualitative methods. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and focus group discussions with various stakeholders. The results showed that the social construction of Dayak Deah's participation in the supervision of village funds is quite good and can be categorized as follows: Local Identity and Culture: The participation of Dayak Deah indigenous people is reflected in their local cultural values and identity. This construction includes their perspective on collective responsibility for the environment and village development. The Role of Tradition in Oversight: Local culture and traditions such as customs and value systems influence how communities engage in village fund oversight. For example, strong values of togetherness and gotong royong can provide a foundation for their participation. Social and Institutional Structures: This social construction also includes how traditional social structures of the Dayak Deah community, such as customary institutional structures or local leadership structures, play a role in facilitating or hindering their participation in village fund oversight. Patterns of Interaction and Communication: The way in which the Dayak Deah community interacts and communicates, both among community members and with the village government and related institutions, also influences the level and type of their participation in village fund oversight. Education and Local Knowledge: The level of education and local knowledge of the Dayak Deah indigenous people in terms of the village fund oversight process also determines the extent to which they can effectively engage in such oversight. In conclusion, the Dayak Deah indigenous people's participation in village fund oversight in Pengelak Village is built from complex social constructions, influenced by cultural identity, tradition, social structure, communication patterns, dan education. Understanding these constructs is important for formulating empowerment strategies and increasing their participation in a sustainable manner. The Novelty of this research includes : 1. The strong spirit of togetherness and mutual cooperation in the social life of the Dayak Deah indigenous communyti, known as Pakat Maeh. 2, The Dayak Deah people are generally not veri direct or critical when speaking in public. 3. The tend to accept things as they are and are not demanding.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI