DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS KESALAHAN GPS GARMIN 78s TERHADAP THEODOLIT NE-102 PADA PENGUKURAN LUAS DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD SYUKRON SALAM | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-04 |
MUHAMMAD SYUKRON SALAM. 2025. “Analisis Kesalahan GPS Garmin 78s Terhadap Theodolit NE-102 Pada Pengukuran Luas di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Lambung Mangkurat.”. Skripsi, Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Syam’ani, S.Hut., M.Sc. dan Prof. Dr. Drs. H. Suyanto, M.P.
Kata kunci : Pemetaan, Theodolit NE-102, Pengkuran luas.
Pengukuran dan pemetaan luas area merupakan aspek penting dalam berbagai bidang, termasuk perencanaan, manajemen sumber daya, dan penelitian. Dalam konteks ini, teknologi Global Positioning System (GPS) semakin sering digunakan karena kemudahan penggunaannya dan kemampuan untuk menyediakan data yang cepat di lapangan. Namun, ada kekhawatiran mengenai kesalahan GPS, terutama dalam kondisi lingkungan yang menantang seperti kawasan hutan. Oleh karena itu, evaluasi kesalahan GPS sangat penting untuk memastikan bahwa hasil pengukuran dapat diandalkan. Sebagai alat pembanding, theodolit NE-102 dikenal dengan presisi tinggi, tetapi penggunaannya lebih rumit dan memakan waktu lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesalahan GPS Garmin 78s dibandingkan dengan theodolit NE-102 dalam pengukuran luas di kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) Universitas Lambung Mangkurat. Pengukuran dilakukan menggunakan metode poligon tertutup dengan lima kelompok sampel yang masing-masing terdiri atas 3, 5, 7, 9, dan 11 titik poligon. Menganalisis penelitian mencakup perhitungan root mean square error (RMSE) serta menganalisis regresi linier untuk mengidentifikasi hubungan antara ukuran area dan tingkat kesalahan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GPS Garmin 78s memiliki tingkat kesalahan yang lebih tinggi pada pengukuran area kecil, tetapi kesalahan tersebut menurun secara signifikan pada area yang lebih besar. Nilai RMSE terkecil tercatat pada poligon dengan 11 titik, yaitu sebesar 0,16 m², sementara pada poligon dengan 3 titik, nilai RMSE mencapai 0,79 m².Menganalisis regresi linier menunjukkan adanya hubungan negatif antara ukuran area dan nilai RMSE, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,6318. Hal ini mengindikasikan bahwa GPS Garmin 78s lebih efektif digunakan pada pengukuran area yang luas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah GPS Garmin 78s dapat memberikan kesalahan yang memadai untuk pengukuran pada area besar. Namun, untuk pengukuran dengan tingkat presisi yang tinggi di area kecil, theodolit NE-102 tetap menjadi pilihan yang lebih andal. Selain itu, faktor lingkungan seperti posisi satelit dan gangguan sinyal harus diperhatikan untuk meningkatkan keakuratan hasil pengukuran menggunakan GPS Garmin 78s. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi perbaikan teknologi GPS dan kemungkinan integrasi dengan metode tradisional guna mengoptimalkan kesalahan pada berbagai ukuran area dan kondisi lingkungan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI