DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PERBEDAAN RELIABILITAS POLA SIDIK BIBIR DAN BENTUK PAPILLA INSISIF DALAM MENGIDENTIFIKASI JENIS KELAMIN PADA SUKU BANJAR
PENGARANG:TIMOTHY JOGY SOTARDUGA PARHUSIP
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-06-04


ABSTRAK PERBEDAAN RELIABILITAS POLA SIDIK BIBIR DAN BENTUK PAPILLA INSISIF DALAM MENGIDENTIFIKASI JENIS KELAMIN PADA ETNIS BANJAR (Tinjauan pada Mahasiswa/i FKG ULM) Latar Belakang: Indonesia sering mengalami bencana alam, dengan 2.574 peristiwa tercatat pada tahun 2018 yang menyebabkan 4.814 kematian atau kehilangan, dan 5.400 peristiwa dilaporkan pada tahun 2023. Identifikasi korban menjadi langkah penting dalam penanganan bencana, dengan metode seperti papilla insisif dan pola sidik bibir dari rongga mulut dapat membantu proses tersebut. Papilla insisif dianggap andal karena stabil, terlindungi dalam rongga mulut, dan memiliki variasi bentuk serta panjang berdasarkan jenis kelamin. Pola sidik bibir, atau cheiloscopy, juga unik, tahan terhadap trauma dan perubahan lingkungan, sehingga sering digunakan dalam odontologi forensik. Meski telah banyak penelitian, studi perbedaan reliabilitas kedua metode ini dalam menentukan jenis kelamin masih terbatas, sehingga perlu diteliti lebih lanjut. Tujuan: Untuk menganalisis perbedaan reliabilitas antara pola sidik bibir dan papilla insisif dalam mengidentifikasi jenis kelamin pada etnis Banjar. Metode Penelitian ini menggunakan metode simple random sampling dan bersifat analitik komparatif kategorik tidak berpasangan. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan cross-sectional dengan mengamati, observasi, maupun pengumpulan data pada satu waktu yang sama. Hasil: Berdasarkan hasil uji Cohen’s Kappa, reliabilitas pola sidik bibir yaitu K = 0,839 dengan kategori kuat, sedangkan reliabilitas bentuk papilla insisif yaitu K = 0,653 dengan kategori lemah. Berdasarkan hasil uji Mann Whitney terdapat perbedaan yang signifikan pada pola sidik bibir antara jenis kelamin laki-laki dan Perempuan pada kuadran Upper Right (UR) dan Lower Middle (LM) dan juga terdapat perbedaan yang signifikan pada bentuk papilla insisif antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Kesimpulan: Pola sidik bibir lebih reliabel dibandingkan bentuk papilla insisif dalam mengidentifikasi jenis kelamin pada etnis Banjar. Kata kunci : Odontologi Forensik, Papilla Insisif, Sidik Bibir, 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI