DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Analisis Biaya Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid di Instalasi Rawat Inap RSD Idaman Banjarbaru | |
| PENGARANG | : | SYIFA NUR CAHYANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-04 |
Demam tifoid masih menjadi masalah kesehatan dengan berbagai pilihan antibiotik yang dapat memengaruhi variasi biaya perawatan. Analisis biaya diperlukan untuk memahami distribusi komponen biaya medis langsung dan mengendalikan pengeluaran agar lebih efektif serta efisien. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan karakteristik pasien, menghitung rata-rata biaya medis langsung, dan menentukan komponen biaya medis langsung dengan kontribusi terbesar pada pasien demam tifoid pengguna BPJS di Instalasi Rawat Inap RSD Idaman Banjarbaru tahun 2024.Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dan metode pengumpulan data secara retrospektif menggunakan data sekunder berupa rekam medik dan data biaya pengobatan serta perawatan pasien. Sampel diambil dengan teknik total sampling dengan total 155 rekam medis. Analisis data dilakukan secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien demam tifoid didominasi perempuan (50,97%) dengan kelompok usia terbanyak <5 tahun (29,68%). Seftriakson merupakan antibiotik yang paling banyak digunakan (93,55%). Siprofloksasin dan sefotaksim merupakan antibiotik dengan rata-rata lama rawat inap tersingkat yaitu masing-masing memiliki waktu penyembuhan 3,3 hari. Antibiotik dengan rata-rata suhu tubuh terendah adalah siprofloksasin (36,3°C). Rata-rata biaya medis langsung tertinggi terdapat pada siprofloksasin (Rp2.102.959), sedangkan yang terendah pada sefotaksim (Rp1.576.678). Biaya keperawatan menjadi komponen terbesar dalam pengobatan pasien.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI