DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS PERMINTAAN PANGAN RUMAH TANGGA DI KALIMANTAN SELATAN APLIKASI MODEL QUADRATIC ALMOST IDEAL DEMAND SYSTEM (QUAIDS)
PENGARANG:AGUNG DEWI PERMATASARI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-06-05


Pangan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia yang harus dipenuhi. Ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhannya dapat menciptakan ketidakstabilan ekonomi. Salah satu faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan adalah keterjangkauan harga pangan, sehingga diperlukan pemahaman perilaku permintaan dan pola konsumsi pangan suatu komoditas yang melalui elastisitas dan pola budget share komoditas dibandingkan dengan komoditas lainnya. Selain itu pola konsumsi pangan dipengaruhi oleh karakteristik sosial ekonomi rumah tangga seperti jumlah anggota rumah tangga, pendidikan anggota rumah tangga, pendapatan rumah tangga, ukuran rumah tangga dan wilayah tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola konsumsi pangan rumah tangga di Kalimantan Selatan berdasarkan keadaan sosial ekonomi serta menganalisis elastisitas pendapatan dan elastisitas harga yang merepresentasikan hubungan antara permintaan pangan dengan harga dan pendapatan pada rumah tangga di Kalimantan Selatan. Metode analisis yang digunakan adalah model Quadratic Almost Ideal Demand System (QUAIDS) dengan variabel independen yaitu harga, pendapatan (pendekatan pengeluaran) dan karakteristik sosial ekonomi. Data yang digunakan adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) KOR dan Modul Konsumsi Kalimantan Selatan Maret 2022. Hasil penelitian menunjukkan proporsi terbesar pengeluaran pangan di Kalimantan Selatan pada kelompok komoditas makanan dan minuman jadi yang mencapai 32 persen, baik di daerah perkotaan maupun perdesaan, bahkan pada setiap variabel sosial ekonomi. Variabel independen yaitu harga, pendapatan (pendekatan pengeluaran) dan karakteristik sosial ekonomi dalam model Quadratic Almost Ideal Demand System (QUAIDS) mampu digunakan dalam mengestimasi pangsa pengeluaran pangan pada tingkat rumah tangga. Elastisitas pendapatan terhadap permintaan pangan secara keseluruhan menunjukkan nilai positif, artinya seluruh kelompok komoditas masuk dalam kategori barang normal. Elastisitas harga sendiri menunujukkan tanda negatif menunjukkan peningkatan harga komoditas mengakibatkan penurunan permintaan konsumsi komoditas. Kelompok komoditas yang paling inelastis adalah kelompok padi-padian dan umbi-umbian (0,283). Elastisitas silang kelompok komoditas pangan menunjukkan nilai negatif (bersifat komplementer) dan positif (bersifat subtitusi).

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI