DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Solidaritas Sosial Suku Dayak Tomun Pada Ritual Tiwah Di Desa Parit Kecamatan Cempaga | |
| PENGARANG | : | MILDA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-06 |
Milda. 2025 Solidaritas Sosial Suku Dayak Tomun Pada Ritual Tiwah di Desa Parit Kecamatan Cempaga. Skripsi, Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Dibimbing oleh Drs. H. Setia Budhi, M.Si, Ph.D).
Desa Parit, adalah desa yang masih memiliki nilai tradisional dan memiliki pelaksanaan ritual-ritual adat yang memiliki arti sebagai bentuk penghormatan, penyampaian rasa terima kasih kepada leluhur serta sebagai bentuk kepercayaan masyarakat Desa Parit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa ritual yang mengandung nilai solidaritas sosial pada kelompok masyarakat Adat Desa Parit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tahapam reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual yang dilakukan oleh masyarakat adat Desa Parit merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur. Ritus-ritus yang dikenal ialah ritual tiwah, penombakan kerbau, pengangkatan tulang, pembuatan sandung, pembuatan sapundu pada ritual kematian. Penelitian ini juga bertujuan untuk memahami nilai pengorbanan biaya dan makna pada upacara adat kematian Suku Dayak Tomun sebagai penganut agama Hindu Kaharingan. Umumnya upacara ini memiliki durasi selama tujuh hingga empat puluh hari. Sebagai upacara sakral terbesar bagi masyarakat Suku Dayak Tomun, penyelenggaraan upacara Tiwah ini harus berjalan secara sempurna. Pelaksanaan upacara ritual Tiwah ini wajib dilaksanakan apabila ingin memiliki hidup yang lebih baik dan tidak ingin mengalami kesialan dan memberikan Lewu Tatau (surga) bagi keluarga yang sudah meninggal. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat beberapa makna dari pelaksanaan ritual Tiwah yaitu makna sosial dan budaya. Makna sosial yang dimaksudkan ini diantaranya yaitu membangun solidaritas sosial melalui gotong-royong, mempererat hubungan keluarga dan toleransi masyarakat, serta bentuk kebahagiaan bagi keluarga yang ditinggalkan. Serta makna yang dimaksudkan yaitu dari ritual Tiwah ini adalah tradisi turun-temurun dari leluhur Hindu Kaharingan sebagai bentuk pensucian diri manusia.
Kata Kunci :, Solidaritas Sosial, Ritual Kepercayaan Dayak Tomun Desa Parit
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI