DIGITAL LIBRARY



JUDUL:LAYU SEBELUM BERKEMBANG; SEJARAH DAN PENYEBAB GAGALNYA BANK SAMPAH DI DESA BAMBANGIN UNTUK BERDAYA
PENGARANG:NOR AZIZIAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-06-10


Nor Aziziah. “Layu Sebelum Berkembang; Sejarah Dan Penyebab Gagalnya Bank Sampah Di Desa Bambangin Untuk Berdaya” (Dibimbing oleh Siti Zulaikha)

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui bagaimana proses pembentukan bank sampah dalam perspektif pemberdayaan masyarakat di Desa Bambangin. (2) Mengetahui bagaimana keberlanjutan bank sampah dalam perspektif pemberdayaan masyarakat di Desa Bambangin.

Latar belakang penelitian ini, peneliti ingin mengkaji secara mendalam pembentukan bank sampah di Desa Bambangin, termasuk dinamika, proses, dan tantangan yang dihadapi setelah pembentukannya. Penelitian ini menganalisis pembentukan bank sampah melalui lensa teori mobilisasi sumber daya oleh Anthony Oberschall. Selain itu, penelitian ini mengeksplorasi urgensi bank sampah dalam mengatasi masalah sampah dan mendukung konsep pembangunan berkelanjutan yang berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat. Penelitian menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian berada di Desa Bambangin, Kecamatan Belawang, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi terus terang, wawancara mendalam semistruktur, dan dokumentasi. Adapun informan pada penelitian ini terdiri dari masyarakat, tim pengurus, dan aparatur pemerintahan Desa Bambangin. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik Miles and Huberman yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada awalnya bank sampah berjalan dengan lancar ketika di resmikan di akhir tahun 2023, hingga akhirnya kejayaan bank sampah Desa Bambangin pada tahun 2024 terhenti.

Penyebab utama terhentinya bank sampah disebabkan oleh hilangnya sumberdaya yang menopang program bank sampah meliputi, ketiadaan kepemimpinan sebagai aktor penggerak utama, tim pengurus yang tidak efektif menjalankan program, kurangnya pendanaan untuk mendukung operasional bank sampah, minimnya dukungan dari pihak luar yang dapat memperkuat program, dan komitmen yang rendah dari masyarakat. Kesimpulannya, keberlanjutan bank sampah di Desa Bambangin tergantung pada ketersediaan sumberdaya yang dapat mendorong program bank sampah untuk terus berjalan.

                             

Kata kunci:Bank Sampah, Pemberdayaan Masyarakat, Mobilisasi Sumberdaya, Keberlanjutan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI