DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ETNOBOTANI TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT MASYARAKAT ADAT DAYAK MERATUS DESA KINDINGAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | DONNY ERNANDO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-12 |
DONNY ERNANDO. 2025. “Etnobotani Tumbuhan Berkhasiat Obat Masyarakat Adat Dayak Meratus Desa Kindingan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan”. Skripsi, Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Yuniarti, S.Hut., M.Si. dan Dr. Ir. Trisnu Satriadi, S.Hut., M.Si.
Kata kunci: Etnobotani, Tumbuhan obat, Dayak Meratus, Desa Kindingan
Desa Kindingan merupakan salah satu desa yang masih memelihara pengetahuan lokal dalam pemanfaatan obat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis jenis-jenis tumbuhan berkhasiat obat yang dimanfaatkan oleh Masyarakat Adat Dayak Meratus di Desa Kindingan; dan (2) menganalisis bagian-bagian tumbuhan berkhasiat obat yang digunakan oleh masyarakat dalam mengobati berbagai jenis penyakit yang ada di Desa Kindingan. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan melakukan wawancara mendalam dengan responden (batra) agar dapat mengetahui jenis tumbuhan obat yang terdapat pada masyarakat adat Dayak Meratus Desa Kindingan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 5 responden (batra) dan ditemukan tumbuhan obat sebanyak 31 jenis. Habitus pohon berjumlah 9 (29%) meliputi, pulayi, tantali, dadap, rumbia, sesambung maut, kangkala, pulai kuning, limau hutan, dan belimbing tunjuk. Bagian yang banyak dimanfaatkan adalah daun berjumlah 13 (42%) meliputi, jelama, tantali, capa, warduhat, mada, kuku-kuku, bayam hutan, susurung daging, gulinggang, jambu pitukal, raja bebangun, sirih, dan sambalikit. Direndam merupakan cara dalam mengolah yang sering dijumpai berjumlah 14 (45%) meliputi, sambalikit, kastila, dadap, jelatang, tebu nyaru, gudai, rumbia, sesambung maut, akar besampai, tambalikit, jarum-jarum, limau hutan, carikan darah, dan supan-supan. Diminum merupakan cara pemanfaatan yang paling banyak ditemukan berjumlah 15 (50%) meliputi, pulai putih, kastila, dadap, jelatang, tebu nyaru, warduhat, gudai, rumbia, sesambung maut, akar besampai, tambalikit, jarum-jarum, limau hutan, supan-supan, dan carikan darah.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI